Jakarta

Joglosemarkerto Jadi Nadi Baru Mobilitas Jawa Tengah–DIY

Joglosemarkerto Jadi Nadi Baru Mobilitas Jawa Tengah–DIY © mili.id

Mili.id— PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan pengguna KA Joglosemarkerto di tengah tingginya mobilitas pendidikan, wisata, dan ekonomi di wilayah Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kereta dengan lintasan melingkar yang menghubungkan sejumlah kota besar ini kini dinilai menjadi urat nadi transportasi masyarakat antarkota di kawasan tersebut.

Berdasarkan data Januari–April 2026, KA Joglosemarkerto melayani 458.938 pelanggan atau naik 11,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 411.931 pelanggan. Peningkatan itu sejalan dengan tumbuhnya aktivitas mahasiswa, pekerja, wisatawan, hingga pelaku usaha di kota-kota utama Jawa Tengah dan DIY.

Baca juga: Pemprov DKI Tertibkan Parkir Liar di Sekitar MRT Lebak Bulus, Siapkan Relokasi ke Lahan Sarana Jaya

Wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah memang dikenal sebagai pusat pendidikan nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi DIY mencapai 74,70 persen, tertinggi di Indonesia. Sementara Jawa Tengah memiliki konsentrasi kampus besar yang tersebar di Semarang, Solo, Purwokerto, hingga Salatiga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KA Joglosemarkerto memiliki pola perjalanan unik karena menghubungkan banyak kota dalam satu jalur tanpa pelanggan harus berganti kereta.

“Mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien karena pelanggan dapat bepergian antarkota untuk pendidikan, pekerjaan, wisata, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Anne.

Baca juga: Sidang Ijazah Jokowi: Ahli Dorong Verifikasi Terbuka untuk Akhiri Polemik Publik

Dua perjalanan dengan jumlah pelanggan tertinggi selama empat bulan pertama 2026 yakni KA 187 relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan yang melayani 168.971 pelanggan, serta KA 193 relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan dengan 160.401 pelanggan.

Selain menjadi moda favorit mahasiswa dan pekerja, KA Joglosemarkerto juga memperkuat konektivitas wisata di Jawa Tengah dan DIY. Jalur ini menghubungkan berbagai destinasi unggulan seperti Malioboro dan Candi Prambanan di Yogyakarta, Keraton Surakarta dan Kampung Batik Laweyan di Solo, hingga Kota Lama dan Lawang Sewu di Semarang.

Baca juga: Empat Kereta Api Menuju Surabaya Dialihkan Rutenya Akibat Banjir

KAI menilai tren tersebut menunjukkan kereta api kini bukan sekadar alat transportasi, tetapi telah menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat lintas kota di Jawa Tengah dan DIY.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait