Jawa Barat

Dukungan untuk Lirboyo Menguat, PCNU Indonesia Timur Dorong Mukhtamar NU ke-35 Digelar di Pesantren

Dukungan untuk Lirboyo Menguat, PCNU Indonesia Timur Dorong Mukhtamar NU ke-35 Digelar di Pesantren © mili.id

Mili.id – Dukungan terhadap Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sebagai tuan rumah Mukhtamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 terus menguat. Sejumlah pengurus cabang NU dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi menyatakan dukungan agar forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu kembali digelar di lingkungan pesantren.

Dukungan tersebut mencuat dalam rangkaian silaturahmi para kiai sepuh NU bersama Ketua Umum PBNU yang berlangsung di Samarinda dan Makassar. Dalam pertemuan itu, para rais syuriah dan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Indonesia Timur menyampaikan pandangan mereka terkait lokasi penyelenggaraan mukhtamar mendatang.

Baca juga: Gus Yahya Pastikan Muktamar Ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Kehadiran Prabowo Lengkapi Sukses Munas-Konbes

Ketua PCNU Kabupaten Wajo, Dr. KH. Syamsul Bahri, menilai pelaksanaan Mukhtamar NU di pesantren memiliki nilai strategis sekaligus edukatif bagi kalangan pesantren di daerah.

“Saya sangat setuju dilaksanakan di Lirboyo. Ini sekaligus bisa menjadi tujuan studi banding pengelolaan pesantren oleh kiai-kiai kita,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Polewali Mandar, KH. M. Arsyad. Ia mengaku semakin mantap mendukung Ponpes Lirboyo setelah mendengar penjelasan dan pandangan para kiai sepuh NU dalam forum silaturahmi tersebut.

“Ishlah kemarin diinisiasi Ponpes Lirboyo. Kami siap merekomendasikan Mukhtamar NU ke-35 di Ponpes Lirboyo,” katanya.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH. Muhyiddin Ishaq, menegaskan pentingnya pelaksanaan mukhtamar di lingkungan pesantren guna menjaga suasana yang lebih kondusif dan menghindari dinamika perselisihan internal.

Baca juga: "NU Tidak Membutuhkan Kita", Pesan Menyentuh Ketua PBNU tentang Keikhlasan dalam Berkhidmah

“Andaikan mukhtamar tidak di pondok, jadi apa? Saya setuju di Lirboyo karena Lirboyo yang menyelamatkan NU yang digoncang perseteruan,” tegasnya.

Anggota Syuriah PBNU, KH. Muhib Aman Aly, mengungkapkan bahwa pertemuan para kiai sepuh di Lirboyo sebelumnya telah menghasilkan dua rekomendasi utama. Pertama, PBNU didorong menggelar mukhtamar yang muktabar dan kredibel. Kedua, Mukhtamar NU ke-35 direkomendasikan berlangsung di pondok pesantren, khususnya di Ponpes Lirboyo Kediri.

Menurutnya, Lirboyo memiliki pengalaman dan kesiapan untuk menjadi tuan rumah agenda besar organisasi tersebut.

“Tahun 1999 Lirboyo siap menjadi tuan rumah, apalagi sekarang tahun 2026, pasti jauh lebih siap,” ujarnya.

Baca juga: Fatayat NU Soroti Dugaan Pelecehan Seksual di UNU Blitar

Dukungan itu juga diperkuat oleh pernyataan Gus Athoillah Salahudin yang mewakili pengasuh Ponpes Lirboyo. Ia memastikan pihak pesantren telah menyampaikan surat resmi kesediaan menjadi tuan rumah kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kami sudah mendapat perintah dari pimpinan pengasuh Lirboyo untuk berkirim surat dan sudah disampaikan,” pungkasnya.

Menguatnya dukungan dari berbagai wilayah ini menunjukkan besarnya harapan agar Mukhtamar NU ke-35 kembali digelar dalam nuansa pesantren yang dinilai lebih mencerminkan tradisi, nilai, dan akar budaya Nahdlatul Ulama.

Editor : Redaksi



Berita Terkait