Jawa Timur

Kapolresta Malang Kota Gandeng Mahasiswa UWG Perkuat Sinergi Lawan Miras dan Kejahatan Siber

Kapolresta Malang Kota Gandeng Mahasiswa UWG Perkuat Sinergi Lawan Miras dan Kejahatan Siber © mili.id

Mili.id – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menggelar diskusi santai bersama mahasiswa Universitas Widya Gama (UWG) Malang di salah satu kafe di Kota Malang, Sabtu malam (23/5/2026).

Kegiatan semi formal tersebut menjadi ruang terbuka antara mahasiswa dan aparat kepolisian untuk membahas berbagai persoalan sosial sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca juga: Mahasiswa UINSA Desak Plt Rektor Mundur, Soroti Independensi Pemilihan Pimpinan Kampus

Diskusi yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri Rektor UWG Dr. Anwar, jajaran biro akademik, humas, kemahasiswaan, serta sekitar 20 mahasiswa perwakilan organisasi kemahasiswaan (ORMAWA).

Dalam sambutannya, Rektor UWG Dr. Anwar menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian sosial dan wawasan kebangsaan.

“Mahasiswa harus menjadi insan unggul yang beradab. Dialog seperti ini penting untuk membuka perspektif dan membangun kesadaran sosial melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan dialog tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, kritis, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika masyarakat.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan forum diskusi tersebut merupakan langkah preemtif dan preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan dialogis.

“Kami membuka ruang diskusi seluas-luasnya. Apa yang menjadi keresahan mahasiswa akan kami tampung dan teruskan kepada pemerintah daerah serta Forkopimda sebagai bahan kebijakan,” tegasnya.

Baca juga: Demo HUT Bhayangkara, Mahasiswa UI Dicegat Polisi Sebelum Tiba di Mabes Polri

Dalam sesi dialog, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang berkembang di masyarakat, mulai dari peredaran minuman keras, narkoba, kepadatan kota, hingga maraknya penipuan dan judi online.

Menanggapi hal itu, Putu Kholis menegaskan bahwa miras menjadi salah satu pemicu utama tindak kriminalitas. Ia menyebut pihaknya telah melakukan berbagai penindakan dengan menyita sekitar 3.000 botol miras ilegal serta mengungkap produksi miras rumahan.

“Miras berdampak buruk secara sosial dan kesehatan. Banyak kejahatan berawal dari kondisi tidak terkontrol akibat konsumsi miras,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti meningkatnya kejahatan siber seperti penipuan online dan judi online yang kini dilakukan secara terorganisir lintas negara.

Baca juga: Mahasiswa UI Gelar Aksi di Mabes Polri Bertepatan HUT Bhayangkara ke-80, Suarakan Tuntutan Reformasi Kepolisian

“Masyarakat sering tergiur keuntungan instan. Ini dimanfaatkan oleh pelaku dengan berbagai modus, termasuk manipulasi konten di media sosial,” ungkapnya.

Kapolresta Malang Kota juga mengajak mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan dalam menjaga lingkungan sosial yang aman dan sehat.

“Jika mahasiswa kompak menolak miras, narkoba, dan kejahatan digital, dampaknya akan signifikan bagi masa depan kota,” katanya.

Melalui diskusi tersebut, sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum diharapkan semakin kuat dalam menciptakan langkah strategis guna menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial di Kota Malang. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait