Spanyol Tersandung di Laga Perdana, Cape Verde Curi Sorotan Lewat Tembok Kokoh dan Aksi Heroik Vozinha

Spanyol Tersandung di Laga Perdana, Cape Verde Curi Sorotan Lewat Tembok Kokoh dan Aksi Heroik Vozinha © mili.id

Aksi Rodri dalam laga Spanyol vs Tanjung Verde di fase grup Piala Dunia 2026, Senin (15/6/2026). (c) AP Photo/Mike Stewart

Mili.id-Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan kejutan besar. Salah satu favorit juara, Spanyol, gagal meraih kemenangan pada laga pembuka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Cape Verde, Senin (15/6/2026).

La Roja tampil dominan sepanjang pertandingan dengan menguasai jalannya laga dan terus menggempur pertahanan lawan. Namun, rapatnya lini belakang Cape Verde serta penampilan gemilang sang penjaga gawang, Vozinha, membuat Spanyol frustrasi hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca juga: Arab Saudi Tahan Uruguay, Asia Ukir Rekor Gemilang di Piala Dunia 2026

Statistik menunjukkan betapa superiornya Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente melepaskan 27 tembakan, delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sayangnya, tidak satu pun peluang tersebut mampu berbuah gol.

Sebaliknya, Cape Verde memilih bermain disiplin dengan menumpuk pemain di area pertahanan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi itu terbukti efektif untuk meredam agresivitas para pemain Spanyol.

Bahkan, tim asal Afrika tersebut nyaris menciptakan kejutan lebih besar pada menit-menit akhir. Diney Borges hampir membawa Cape Verde mencuri kemenangan melalui situasi sepak pojok, namun peluang emas itu berhasil digagalkan kiper Spanyol, Unai Simon.

Usai pertandingan, gelandang andalan Spanyol, Rodri, mengakui timnya kesulitan menembus pertahanan lawan yang bermain sangat dalam."Pertandingan ini memang tidak terjadi sesuai yang kami harapkan. Kami tahu ini adalah pertandingan yang membutuhkan kesabaran," ujar peraih Ballon d'Or 2024 tersebut.

Baca juga: Lukaku Jadi Penyelamat Belgia, Mimpi Bersejarah Mesir Pupus dalam 22 Detik

Rodri menilai Cape Verde lebih fokus bertahan daripada membangun serangan. Menurutnya, strategi tersebut membuat Spanyol kesulitan menemukan ruang untuk mencetak gol.

"Mereka bertahan sangat dalam dan sangat cepat kembali ke belakang. Kami tidak bisa memasukkan bola. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa menyelesaikannya," katanya.

Gelandang Manchester City itu bahkan melontarkan kritik terhadap gaya bermain lawan. "Itulah cara mereka bermain. Mereka bahkan tidak melewati garis tengah lapangan. Ini menjadi persoalan bagi kami untuk meningkatkan penyelesaian akhir," tambah Rodri.

Baca juga: Iran Bangkit Dua Kali, Selandia Baru Gagal Pertahankan Keunggulan di Laga Sengit Grup G

Meski hanya melepaskan enam tembakan sepanjang laga dan minim menyentuh bola di kotak penalti lawan, Cape Verde berhasil menjalankan rencana permainan mereka dengan sempurna. Satu poin yang diraih terasa bak kemenangan, terlebih berkat aksi heroik Vozinha yang berkali-kali menggagalkan peluang emas Spanyol.

Hasil ini menjadi alarm bagi Spanyol untuk segera memperbaiki efektivitas di lini depan jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026. Sementara bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu raksasa sepak bola dunia menjadi bukti bahwa kejutan selalu memiliki tempat di panggung terbesar sepak bola.

Sumber : Skysport

Editor : Muhammad



Berita Terkait