Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD © mili.id

mili.id – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

Menurutnya, menurunnya kepercayaan masyarakat kepada DPRD tidak hanya berdampak pada citra lembaga, tetapi juga berpotensi menggerus kepedulian warga terhadap pembangunan serta masa depan Kota Surabaya.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Kepung Grahadi, Soroti Ekonomi hingga HAM dalam Aksi Besar Aliansi BEM Surabaya

Pernyataan tersebut disampaikan saat menggelar silaturahmi bersama awak media dan Jurnalis Dewan Surabaya di kediamannya, Jalan Porong No. 8 Surabaya pada Rabu (17/06/2026).

Legislator Fraksi PDIP tersebut menilai media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai tugas dan fungsi DPRD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Kalau DPRD tidak dipercaya oleh publik, maka tingkat partisipasi, kepedulian, ketertiban, dan patriotisme masyarakat terhadap kotanya akan tergerus,” kata pria yang akrab disapa Ipuk tersebut.

Baca juga: Mahasiswa Geruduk DPRD Surabaya, Bakar Ban dan Soroti Program MBG

Menurutnya, kritik terhadap DPRD merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, ia berharap kritik yang disampaikan tetap mengedepankan semangat perbaikan dan pendidikan politik bagi masyarakat.

“Kritik boleh, saran boleh. Tetapi tujuan akhirnya harus untuk edukasi masyarakat dan kemajuan daerah. Kalau yang didominasi hanya kejelekan, maka kita sama dengan menggerus patriotisme terhadap kotanya sendiri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa media menjadi mitra penting dalam menyampaikan berbagai program dan kerja-kerja DPRD kepada masyarakat. Tanpa peran jurnalistik, kata dia, banyak kebijakan maupun hasil kerja lembaga legislatif yang tidak diketahui publik.

Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Dukung Portugal, Kagumi Sosok Cristiano Ronaldo

“Tanpa jurnalistik, apa pun yang dilakukan tidak akan bisa dipahami dan dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Ipuk juga menegaskan komitmennya membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh awak media. Ia mengaku siap menerima kritik dan masukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja lembaga.

Editor : Redaksi



Berita Terkait