Mili.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, yang berhasil mengembangkan dan memproduksi semen beku berbagai jenis sapi unggul, mulai dari Wagyu, Belgian Blue, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole hingga Friesian Holstein.
Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas genetika ternak nasional sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada daging di Indonesia.
Baca juga: Khofifah Dorong Regenerasi Reog Lewat Prestasi Kyai Lodra
Apresiasi itu disampaikan saat meninjau BBIB Singosari, Minggu (28/6). Dalam kunjungannya, Khofifah melihat langsung berbagai koleksi sapi unggulan, termasuk Belgian Blue dan Wagyu yang kini menjadi perhatian karena memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ia mengungkapkan, pengembangan Belgian Blue melalui program inseminasi buatan telah dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Ke depan, pengembangan tersebut diharapkan semakin luas, termasuk melalui program kawin silang.
Sementara itu, untuk sapi Wagyu, BBIB Singosari telah mengembangkan produksi semen beku sejak sekitar lima tahun lalu. Namun, menurut Khofifah, menghasilkan daging Wagyu berkualitas premium memerlukan sistem pemeliharaan yang khusus.
"Harga daging sapi Wagyu cukup tinggi di restoran dan hotel berbintang. Satu kilogram rata-rata masih di atas Rp1 juta. Karena itu proses pemeliharaannya juga tidak murah dan tidak mudah. Namun BBIB Singosari sudah menginisiasi pengembangannya sejak lima tahun lalu," ujarnya.
Khofifah berharap BBIB Singosari terus memperkuat pendampingan kepada para peternak, khususnya dalam penerapan teknik pemeliharaan Belgian Blue dan Wagyu agar mampu menghasilkan kualitas daging yang kompetitif.
Ia optimistis, apabila seluruh daerah memanfaatkan teknologi reproduksi yang dikembangkan BBIB Singosari secara maksimal, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan swasembada daging dalam tiga tahun mendatang.
"Kalau kita mulai sekarang dengan komitmen yang besar, saya optimistis tiga tahun Indonesia bisa swasembada daging," tegasnya.
Menurut Khofifah, BBIB Singosari merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam meningkatkan populasi sekaligus mutu genetik ternak melalui teknologi reproduksi modern.
Baca juga: Grahadi Membara! Demo Indonesia Sekarat Berujung Ricuh
Selain memenuhi kebutuhan nasional, BBIB Singosari juga telah berkembang menjadi pusat produksi semen beku berstandar internasional yang melayani kebutuhan inseminasi buatan di berbagai negara.
"Potensi besar yang dimiliki BBIB Singosari harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh provinsi. Teknologi reproduksi yang dikembangkan di sini dapat menjadi pengungkit peningkatan produktivitas peternakan nasional," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan mewujudkan swasembada daging memerlukan sinergi antardaerah, optimalisasi program inseminasi buatan, peningkatan kualitas bibit ternak, serta pendampingan berkelanjutan kepada para peternak.
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menjelaskan, BBIB Singosari sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian saat ini memasok sekitar 70 persen kebutuhan semen beku nasional.
Hingga semester pertama 2026, BBIB Singosari telah memproduksi sebanyak 895.559 dosis semen beku dengan stok mencapai sekitar 4,7 juta dosis, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan program inseminasi buatan nasional selama tiga tahun ke depan.
Baca juga: Khofifah Dorong PKN I Cetak Pemimpin Transformatif Berkualitas
Saat ini BBIB Singosari memiliki 192 pejantan unggul yang terdiri atas berbagai rumpun sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba.
Selain melayani kebutuhan dalam negeri, BBIB Singosari juga telah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara, di antaranya Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, Madagaskar, Myanmar, Tanzania, Zimbabwe, Ethiopia, dan Kyrgyzstan.
"Stok sekitar 4,7 juta dosis dapat kami distribusikan kapan saja ketika dibutuhkan. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga tiga tahun ke depan," ujar Akbar.
Ia menambahkan, kolaborasi antara BBIB Singosari dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus diperkuat untuk mendukung target pelaksanaan inseminasi buatan terhadap lebih dari satu juta akseptor sapi di Jawa Timur sepanjang 2026.
Editor : Redaksi
