Kondisi sekokah yang roboh di SD N Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Selasa (14/7/2026).(mili.id)
Mili.id, Grobogan- Murid kelas lima Sekolah Dasar Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, terpaksa memakai ruang ibadah sebagai kelas, Senin (13/7/2026).
Perdana masuk sekolah usai libur panjang kenaikan dan kelulusan ini membuat anak-anak terpaksa mengangkut meja kursi dan papan peraga.
Baca juga: Mahasiswa Undip Kerjasama Eksport Import Rempah, Kerjasama Bersama PT ARM
Meski demikian, mereka mengaku senang dan menerima kondisi apa adanya saat ini.
Sebab, setidaknya ada 2 ruang roboh dan tiga ruang lain terancam roboh atapnya.
Kondisi sekolah roboh di SD N Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Selasa (14/7/2026).(mili.id)
"Senang bisa sekolah. Masih bisa sekokah meski apa adanya, tadi angkat meja dan kursi sama pak dan ibu guru," ujar adi siswa di sekolah tersebut, Selasa (14/7/2026).
Menurut anak-anak, mereka dilarang beraktivitas sekitar gedung kelas 4,5,6, ruang Guru dan kepala sekolah. Sebab, ruang tersebut sudah roboh dan membahayakan.
Juwariah, Kepala SD N Tanggirejo menjelaskan, bahwa robohnya atap bergantian dari kelas 6, 5, ruang guru dan sekarang kelas 4 sudah membahayakan dan berpotensi roboh lagi.
Baca juga: Perbaiki Jalur Ngawi-Blora Swadaya Berujung Jeruji, Sekdes : Tak Ada Penebangan Hutan UGM
Siswa dan siswi belajar di ruangan yang tak seharusnya dipakai karena ruangan roboh di SD N Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Selasa (14/7/2026).(mili.id)
"Jadi benar Jauarin2026 lalu roboh satu kelas, selanjutnya ruang kelas 5 dan disusulbruang guru," jelasnya.
Sementara itu, efek dari tiga ruang kelas dan guru tak bisa digunakan sekolah pun mengambil mekanisme pembelajaran darurat. Yakni kelas 1 dan 2 bergantian, kelas 3 dan 4 satu ruang dengan sekat pembatas, kelas 5 memakai ruabg ibadah, ruang kelas 6 memakai ruang kelas 2 yang dipindagkan.
"Untuk ruang guru mengalah memakai ruang perpustakaan yang sudah retak, plafon rusak cukup parah dan lantai retak miring," lanjutnya.
Laporan pusat, kondisi saat ini ruang kelas yang rusak sudah dilaporkan ke Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Pendidikan.
Hingga laporan selesai, pihak sekolah diminta untuk menunggu proses selanjutnya hingga proses pembangunan.
"Kita sudah melaporkan ke tingkat daerah dan pusat. Kabarnya akan dilakukan perbaikan segera. Hingga saat ini belum ada petunjuk tindaklanjut kapan akan dipanggil ke Jakarta (Kementerian), semoga lekas dapat perbaikan," lanjutnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo tak memberikan respon baik saat dihubungi melalui jejaring sosial WhatsApp maupun sambungan telepon.(*****)
Editor : M Priyo Prabowo
