Pemdes Bira Timur saat study banding di Pujon Malang/Foto: Mili
Mili.id - Kepala Desa (Kades) Bira Timur, Fathur Rahman Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, bersama BUMDes Mitra Pahlawan setempat melakukan study banding pariwisata ke Desa Pujonkidul, Malang, Jawa Timur, Selasa (9/11).
Menurut Kades, tujuan dari study banding untuk mencari referensi bagi BUMDes Bira Timur berkontribusi bagi pembangunan khususnya di bidang parawisata.
"Dalam kegiatan study banding ini, kita anggarkan dana desa dan dana pribadi," terang dia.
Ia menyebut, kegiatan ini atas inisiatif sendiri kemudian saat musyawarah desa, sempat disinggung Pemdes Desa Pujon Kidul, dan sejarah berdirinya Cafe Sawah yang ada di desa tersebut. Sehingga terangnya, pihaknya tertarik untuk melakukan study banding.
"Kami sengaja mengambil ilmu dan cara untuk mengembangkan desa wisata di Pujon Kidul ini untuk bisa dikembangkan di desa kami," tuturnya.
Ia menjelaskan, dari diskusi yang dilakukan dan diperkuat keterangan pemuda serta masyarakat setempat, mereka membangun Pujon Kidul sebagai desa wisata mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah dalam tiap tahunnya.
"Itu murni dari cara pandang yang sama dari semua unsur yang ada di desa. Para stakeholder di Desa Pujonkidul bersatu padu dan saling bahu membahu untuk mengembangkan potensi desa yang ada." tutur Fathur Rahman.
Sementara itu, Kepala Desa Pujon Kidul Udi Hartoko memaparkan sebelum dijadikan desa, Pujon Kidul rawan konflik. "Konon ceritanya Desa Pujon Kidul ini dulu merupakan desa yang rawan konflik sebelum dinobatkan menjadi desa wisata pada tahun 2014 lalu. Dari semangat juang yang tinggi Pokdarwis, Karang Taruna dan rekan-rekan pemuda yang lain sehingga sebagai langkah awal berdirinya cafe sawah ini dirintis dan berkembang baik seperti saat ini." tegas nya.
Akhirnya kata dia, pada tahun 2015. pemerintah desa yang dipimpin langsung oleh Udi Hartoko menetapkan struktural Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuannya, untuk meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat desa setempat.
"Dari situ, sambung dia pemerintah desa menyodorkan anggaran untuk BUMDes sebanyak Rp60 juta yang kemudian BUMDes membentuk bidang-bidang sesuai dengan kebutuhan pengembangan perekonomian desa setempat.
"Salah satunya dibentuklah bidang pengembangan parawisata, sehingga teman-teman Pokdarwis yang dibantu pemuda lainnya menitipkan anggaran sebanyak Rp30 juta untuk memulai mendesain cafe sawah buatan itu," jelas dia.
Ia melanjutkan, pada awal Oktober tahun 2016 lalu diresmikanlah Cafe Sawah tersebut. Sejak itulah tumbuh berkembang PAD desa di bawah naungan BUMDes dan masyarakat yang pengangguran pun mendapat ruang pekerjaan.
Sedangkan gaji mereka saat ini sekitar Rp1,5 juta per orangnya. Pengurus BUMDes yang terdiri dari 182 orang yang notabenenya masyarakat setempat sama-sama mengembangkan cafe sawah dengan bermodalkan ijasah SD hingga SMA.
"PAD Desa Wisata dari Cafe Sawah pada tahu 2017 sebesar Rp162 juta. Dan di tahun 2018 sebesar Rp1,8 milliar hingga berkembang di tahun 2019 menjadi Rp2,7 milliar pendapatannya saat ini," ujarnya
Kades Bira Timur menambahkan "Sungguh kondisi di Desa Pujon Kidul membuat saya dan Bumdes Mitra Pahlawan desa bira timur serta kawan-kawan yang lain semakin semangat membangun desa kami tercinta Desa Bira timur," terangnya.
Begitupula dengan Pengawas Bumdes Mitra pahlawan M. Su'aib juga menyampaikan study banding ini bagian dari ekspektasi besar kita demi kemajuan desa. Ia menegaskan pihaknya akan bersinergi dan siap memaksimalkan kontrol atau pengawasan.
"Karena harapan kami pengurus bumdes Betul-Betul integritas dan akuntabel dalam pengelolaan bumdes dan ilmu yang diperoleh dalam study banding ini menjadi modal awal melangkah sehingga manfaat akan dirasakan oleh masyarakat desa bira timur kedepan." ucapnya.
"Kami percaya diri bersama Bumdes Mitra Pahlawan mengharapkan ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, dengan niat membangun desa , kami akan menghadirkan desa wisata di Desa Bira timur dengan mengadopsi ilmu dari Desa Pujon Kidul ini," tambahnya.
Editor : Redaksi
