Ilustrasi (Foto: Freepik)
Surabaya - Bayi laki-laki berusia 2 tahun 6 bulan di Surabaya tewas dengan kondisi tidak wajar, diduga dianiaya.
Informasi yang diperoleh mili.id, peristiwa terjadi pada Selasa (13/2/2024) petang. Bayi itu mengalai luka lebam pada dahi kanan dan punggung bagian bawah dekat tulang ekor.
Baca juga: Persebaya Taklukkan Persija 1-0, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit di Piala Presiden 2026
Kematian janggal sang bayi itu terungkap setelah dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya. Dan kasusnya telah dilaporkan dan dalam penanganan polisi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono membenarkan telah menerima laporan dugaan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut.
"Kami sudah lakukan olah TKP, juga memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini masih terus didalami lagi," jelas Hendro saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024).
Hendro mengatakan, kini pihaknya tengah menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Juga mengumpulkan bukti-bukti lain.
"Proses masih berjalan. Mudah-mudahan bisa segera kami ungkap," tambah dia.
Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas
Sementara berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus dugaan penganiayaan ini bermula dari SF, ibu korban sedang bermasalah dalam rumah tangganya, dan pisah ranjang dengan ayah korban, SA, sejak Januari 2024.
SF keluar dari rumahnya, kemudian indekos di kawasan Kutisari, Surabaya. Sejak itulah, korban sehari-hari tinggal dengan ayahnya. Namun sesekali korban menginap di kos ibunya, yang tinggal bersama RS, sang suami siri.
Kemudian, pada 13 Februari 2024 pagi, korban diantarkan oleh neneknya atau ibu kandung dari ayah korban ke tempat kos SF. Karena SF akan bekerja, kemudian korban dititipkan kepada RS.
"Nah, pas sore, ibu korban ini sudah pulang dari kerja. Dia melihat anaknya sedang tidur di atas ranjang sama RS. Kemudian anaknya dibangunkan, namun tidak merespon dan terlihat dalam kondisi lemas," terang Hendro.
Mengetahui itu, SF dan RS langsung membawa korban ke RSI Jemursari Surabaya. Namun saat tiba di IGD, dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.
"Di situ ibu korban kemudian memberitahu anaknya yang pertama yakni SZ. Seteleh itu, SZ menghubungi ayahnya (SA). Mereka kemudian ke rumah sakit dan melihat tubuh korban ada luka lebam baru pada dahi kanan dan punggung bagian bawah dekat tulang ekor. Karena curiga, akhirnya dilaporkan ke kami," tandas Hendro.
Editor : Aris S
