Santri Pesantren Bani Rancang bermain bola api di halaman pesantren.(Foto: Fades/Mili.id)
Probolinggo - Banyak cara dilakukan para santri di Pondok Pesantren Bani Rancang, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo untuk mengisi kegiatan Ramadan, salah satunya dengan bermain bola api di halaman pondok pesantren setiap malamnya.
Permainan tanpa kostum maupun sepatu itu akan dimulai setelah para santri mengikuti salat tarawih dan tadarus bersama.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
Sebelum pertandingan, para santri terlebih dahulu melakukan pemanasan dan peregangan otot agar terhindar dari cidera.
Selanjutnya para santri yang akan bertanding diberi wejangan oleh kyainya tidak cidera dan kebal panas.
Dalam permainan ini, bolanya terbuat dari batok kelapa kering yang terlebih dahulu direndam dalam minyak tanah kemudian dibakar.
Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga
Tiap tim akan diisi 4 orang bersama dengan kiper, untuk permainan atau aturannya sama seperti sepak bola atau futsal pada umumnya.
"Permainan sepak bola api ini memang seperti tradisi di pesantren ini dan memang rutin dilakukan kalau sudah masuk bulan puasa. Selain sebagai hiburan bagi para santri, juga jadi ajang menguji ilmu kebal," kata Pengasuh Pesantren Bani Rancang, Gus Agus Hasan, Jum'at (22/3/2024).
Baca juga: Rem Blong, Tronton Sasak Sedan Vios 4 Tewas
Sementara Muhammad Faris, salah seorang santri Pesantren Bani Rancang mengatakan, jika dalam bermain bola api ini sama seperti sepak bola pada umumnya. Bahkan, meskipun api di bola sudah membara, tapi tidak akan terasa panas saat ditendang ataupun digiring.
"Sama seperti main bola plastik itu rasanya, tidak ada panas sama sekali meskipun apinya besar. Hanya saja sebelum bermain atau bertanding, sama kyai terlebih dahulu dibacakan doa dan juga membaca amalan," ungkap Faris usai bertanding.
Editor : Aris S
