Bek Persija Jakarta, Jordi Amat (c) Dok. Persija Jakarta
Jordi Amat menunjukkan transformasi menarik di fase akhir kariernya. Pada usia 33 tahun, ia justru tampil semakin matang saat dimainkan sebagai gelandang bertahan, posisi yang lama tidak menjadi peran utamanya.
Performa terbarunya bersama Persija Jakarta menjadi bukti konkret. Dalam kemenangan 1-0 di markas Bali United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026, Minggu (15/2/2026), Jordi tampil solid dan diganjar penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Baca juga: Adrian Wibowo Resmi Hijrah ke Eropa, Winger Timnas Indonesia Gabung FC Wacker Innsbruck
Pengakuan itu terasa spesial karena ia tampil bukan sebagai bek tengah, melainkan sebagai jangkar di lini tengah. Adaptasinya berjalan mulus dan memberi dimensi berbeda dalam permainan Macan Kemayoran.
"Senang dengan momen ini, tidak menyangka juga. Bangga bisa menang, terima kasih kepada rekan setim dan suporter yang datang," katanya via Instagram resmi BRI Super League.
"Saya mendapatkan penghargaan player of the match sebagai gelandang bertahan. Sepertinya saya harus benar-benar mengubah posisi bermain," sambung Amat sembari tertawa.
Mengisi pos gelandang bertahan bukan tugas sederhana, terlebih bagi pemain yang mayoritas kariernya dihabiskan sebagai bek tengah. Peran ini menuntut mobilitas tinggi dan kecermatan membaca permainan.
Jordi harus aktif bergerak membuka ruang, menjadi penghubung antar lini, sekaligus memutus alur serangan lawan. Distribusi bola yang akurat juga menjadi syarat mutlak di posisi tersebut.
Baca juga: Garuda Muda Bangkit! Tundukkan Kamboja 1-0, Indonesia Rebut Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Secara fisik, tuntutan sebagai gelandang bertahan lebih besar. Intensitas duel dan jarak tempuh lari meningkat signifikan dibandingkan saat bermain di jantung pertahanan.
Namun sejauh ini, Jordi mampu menjawab tantangan tersebut. Bahkan, Persija tidak terlalu merasakan dampak absennya Van Basty Sousa yang sebelumnya rutin mengisi peran itu.
Penampilan konsisten Jordi di lini tengah membuka peluang baru bagi Timnas Indonesia. Agenda FIFA Series 2026 pada Maret mendatang bisa menjadi panggung berikutnya bagi sang pemain.
Baca juga: Garuda Muda Tersingkir Dramatis, Australia Hancurkan Mimpi Indonesia ke Final AFF U-19
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, berpotensi mempertimbangkan Jordi sebagai opsi gelandang bertahan. Apalagi, stok lini tengah tengah menipis akibat absennya Thom Haye karena akumulasi.
Di sisi lain, komposisi bek tengah Tim Merah Putih relatif aman. Duet utama sudah mengerucut pada Jay Idzes dan Kevin Diks.
Rizky Ridho, Mees Hilgers, dan Justin Hubner pun siap menjadi pelapis. Situasi ini membuat pergeseran peran Jordi ke lini tengah menjadi opsi taktis yang realistis sekaligus menarik.
Editor : Redaksi
