Jakarta

Prabowo Tinjau Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi di Banyumas

Prabowo Tinjau Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi di Banyumas © mili.id

Mili.id – Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas pengolahan sampah yang mampu menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa.

Dalam tayangan video resmi Sekretariat Presiden yang dipantau di Jakarta, Presiden terlihat mengamati langsung hasil olahan sampah plastik berupa genteng dan paving block. Produk tersebut kini telah dimanfaatkan sebagai material pembangunan fasilitas umum di wilayah setempat.

Baca juga: PENS Gandeng SMK Kembangkan Teknologi Inovasi Peternakan Berbasis IoT di Ponorogo

Kepala Negara tampak beberapa kali memegang hasil produksi tersebut sambil mendengarkan penjelasan petugas mengenai daya tahan serta proses pembuatannya. Ia juga menyimak secara rinci alur pengolahan sampah, mulai dari tahap pemilahan hingga menjadi produk siap pakai maupun siap jual.

Selain produk berbahan plastik, Presiden juga meninjau hasil pengolahan sampah organik yang dikembangkan di fasilitas yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan itu. Produk yang dihasilkan antara lain pelet organik untuk pakan ikan serta maggot, baik dalam kondisi hidup maupun kering, yang memiliki kandungan protein tinggi untuk pakan ternak.

Baca juga: Sederet Komitmen Pertamina dalam Mendorong Implementasi Energi Hijau di Indonesia

TPST BLE Banyumas merupakan fasilitas pengelolaan sampah modern dengan teknologi pemilahan otomatis yang mampu mengolah hingga 75 ton sampah per hari. Sampah yang diolah berasal dari berbagai TPST di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

Salah satu keunggulan utama fasilitas ini adalah penerapan metode One Day Process, yakni sistem yang memastikan seluruh sampah yang masuk dapat diproses dalam waktu satu hari. Dengan metode tersebut, tidak terjadi penumpukan limbah di area pengolahan.

Baca juga: Melihat dari Dekat Solusi Digital PLN NP untuk Menuju Ekosistem Energi Masa Depan

Melalui sistem ini, TPST BLE Banyumas menargetkan penerapan konsep Zero Waste to Landfill, yaitu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai lokasi penimbunan sampah, dan mengalihkannya menjadi pusat produksi barang bernilai ekonomi.

Selain menghasilkan material konstruksi, fasilitas ini juga memproduksi bahan bakar alternatif seperti Refuse-Derived Fuel (RDF) dan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Produk tersebut dimanfaatkan sebagai campuran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan industri semen, sekaligus mendukung upaya transisi menuju energi ramah lingkungan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait