IHSG Turun Hampir 1 Persen, BBCA Jadi Saham Paling Banyak Dijual Asing

IHSG Turun Hampir 1 Persen, BBCA Jadi Saham Paling Banyak Dijual Asing © mili.id

Mili.id – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (29/6/2026). Aksi jual bersih (net sell) investor asing yang terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu faktor yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup melemah 57,18 poin atau 0,97 persen ke level 5.838,94 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor, dengan sektor keuangan menjadi yang paling dalam terkoreksi sebesar 1,58 persen, disusul sektor infrastruktur yang turun 1,23 persen dan sektor barang baku melemah 0,87 persen.

Baca juga: “Prabowo Puji PDIP Jadi Penyeimbang Pemerintah, Singgung Demokrasi di Tengah Gejolak Ekonomi”

Meski aktivitas perdagangan tergolong ramai dengan volume mencapai 7,51 miliar saham dan nilai transaksi Rp4,02 triliun, tekanan jual masih mendominasi. Sebanyak 378 saham ditutup melemah, sementara 244 saham menguat dan 183 lainnya stagnan.

Baca juga: IHSG Anjlok Jelang Pidato Ekonomi Prabowo di DPR

Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih pada sejumlah saham unggulan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai net sell terbesar mencapai Rp186,40 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp58,63 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp48,40 miliar.

Selain saham perbankan, aksi jual asing juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Baca juga: Bareskrim Bongkar Sindikat Internasional Penipuan Trading Saham dan Kripto

Tekanan jual investor asing terhadap saham-saham berkapitalisasi besar turut membebani pergerakan IHSG hingga penutupan sesi pertama perdagangan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait