Perayaan Imlek di Balai Kota Surabaya (Foto: Bejo/mili.id)
Surabaya - Ribuan masyarakat Tionghoa meramaikan perayaan puncak perayaan Imlek di Balai Kota Surabaya, Minggu (25/2/2024).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, perayaan Imlek itu dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai suku dan agama.
Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Melalui Ruang Berkarya yang Setara di Dafam Pacific Caesar Surabaya
"Perayaan Imlek kali ini merupakan perayaan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, dan arek-arek Surabaya. Ini membuktikan bahwa arek-arek Suroboyo cinta NKRI," ujar Eri Cahyadi dalam sambutannya.
Menurut Eri, event bertajuk Perayaan Cap Go Meh itu sebagai wujud bahwa Surabaya adalah kota toleransi. Di mana, semua hari besar keagamaan akan dirayakan di balai kota.
"Pemkot Surabaya ingin mewujudkan suasana toleransi dan kerukunan, dengan menyelenggarakan hari besar masing-masing agama," ungkap dia.
Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir
Sementara Ketua Forum Pembaruan Kebangsaan, Hoslih Abdulah memuji langkah Pemkot Surabaya dalam memperingati perayaan keagamaan bersama, dan selalu membuat masyarakat antusias.
"Perayaan Imlek kali ini memang yang pertama kali digelar oleh Pemkot Surabaya, yang sebelumnya juga sukses menggelar perayaan Natal bersama. Ini menandakan bahwa masyarakat Kota Surabaya cinta keberagaman dan kegiatan seperti ini harus terus digelar, agar umat beragama bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," tutur Hoslih.
Perayaan Imlek kali ini diselenggarakan masyarakat Tionghoa yang tergabung dalam 70 yayasan se Surabaya. Ada berbagai kegiatan menarik, mulai penampilan musik oriental Kemuning, Barongsai Naga dan Wushu, penampilan kolaborasi kolintang, angklung, gamelan, orkestra, dan musik klasik mandarin.
Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day
Juga ada lomba menyajikan menu lontong Cap Go Meh yang diikuti 25 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan pemkot dan paguyuban masyarakat Tionghoa. Menu Cap Go Meh itu menjadi hidangan bersama para tamu undangan.
Editor : Narendra Bakrie
