Pelayat menunggu proses jenazah korban disucikan sebelum dimakamkan. (Atta Hatta/Mili.id)
Jember - Tewasnya Holik Budiarto (49), usai jatuh dari lantai 2 ruko di Jalan Rembangan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember ditemukan sejumlah kejanggalan.
Pria warga Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember itu terjatuh dari ketinggian 4 meter, saat sedang duduk pada kursi di balkon lantai 2 ruko.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Ruko tersebut diketahui sedang dalam proses pembangunan dan akan dijadikan kantor sebuah perusahaan.
Namun dari kejadian meninggalnya korban yang diketahui juga anggota dari Ormas Pemuda Pancasila (PP) Jember itu, dinilai rekan-rekan korban patut dipertanyakan.
Sebab pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang tidak wajar, sehingga butuh dilakukan penyelidikan lebih mendalam oleh polisi.
Baca juga:
Pria di Jember Meninggal Usai Terjatuh dari Lantai 2 Ruko
"Setelah mendengar ada anggota kami yang meninggal setelah jatuh dari atas balkon. Kami menjenguk korban di rumah sakit. Di sana kami melihat, korban ada luka-luka yang tidak wajar," kata Ketua Ormas PP Jember, Zamroni Ulfa saat dikonfirmasi di Polsek Patrang, Selasa dini hari (9/7/2024) kemarin.
Karena kemudian tidak dilakukan proses autopsi atas izin pihak keluarga, lanjutnya, Ormas PP Jember mendesak agar polisi mengusut tuntas kejadian yang dialami anggotanya itu.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
"Sehingga kami ada puluhan anggota ini mendatangi Kantor Polsek Patrang. Kami mendesak dan meminta polisi untuk mengungkap tuntas kejadian ini. Karena kami menduga korban meninggal tidak wajar," tegas Zamroni.
Terkait luka yang tidak wajar itu, Zamroni menyebutkan, pada tubuh korban ditemukan tulang rusuk dada ada patah hasil pemeriksaan rontgen di RSD dr. Soebandi Jember.
"Kemudian ada luka lebam pada kedua mata, terus kepala bagian belakang itu gembur, dan ada luka lebam di lengan sebelah kanan dan kiri. Nah ini kan mencurigakan. Bahkan tadi saat mau dimakamkan, dari mulut korban ini keluar pasir dan darah juga terus-terusan keluar dari hidung," ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Kuasa Hukum Ormas PP Jember, Jarot Subiakto, dan Ia pun juga meminta pihak kepolisian agar dilakukan proses lidik terhadap kasus tersebut.
"Kalau melihat celah di TKP tempat korban dibilang jatuh dari lantai dua itu ukurannya nggak ada setengah meter. Badan korban ini agak besar, secara logika tidak muat kalau terjatuh lewat celah itu," kata Jarot.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
"Kalaupun pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum. Tapi tadi hasil rontgen juga ditemukan ada tulang rusuk yang patah. Ini kan janggal, karena ini sudah nggak masuk akal dan mungkin ada dugaan tindak pidana," imbuhnya.
Terpisah terkait adanya desakan dari Ormas PP Jember itu, Kanit Reskrim Polsek Patrang Polres Jember Ipda Didit Ardiana mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.
"Kami saat ini masih mendalami kasus ini. Proses lidik masih dilakukan," kata Didit saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.
Ditegaskan Didit mengenai proses autopsi memang dari pihak keluarga menolak dengan ada surat pernyataan tertulis, namun yang jelas pihanya masih menyelidiki kasus ini.
Editor : Aris S
