Aparat melakukan penanganan darurat dengan membantu warga yang rumahnya rusak/foto dok BNPB
Mili.id – Angin kencang menyebabkan sejumlah rumah rusak di wilayah Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan rumah warga dengan tingkat ringan hingga berat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo menginformasikan lokasi terdampak berada di Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Berdasarkan Data kerusakan per Rabu (19/1) tercatat rumah rusak berat 3 unit, rusak sedang 15, dan rusak ringan 4. Sebanyak 22 KK terdampak kejadian yang berlangsung pada 16.30 WIB.
"Peristiwa ini tidak menyebabkan terjadinya pengungsian atau pun korban luka-luka." kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers BNPB yang diterima redaksi, Kamis (20/1).
Menyikapi kejadian ini, BPBD dibantu TNI, Polri, pemerintah desa dan kecamatan melakukan penanganan darurat dengan membantu warga yang rumahnya rusak.
Di samping itu, Pihak BPBD juga masih melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi apabila ada kerusakan lain.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Bali
Berdasarkan prakiraan cuaca, secara umum Provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang hingga tiga hari kedepan (22/1).
Sementara di Kabupaten Situbondo, hari ini hingga hari ini (20/1) berpotensi mengalami hujan lebat.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Bali
Berbagai upaya pencegahan atau langkah penanganan dini dapat dilakukan di tingkat desa, misalnya seperti penyiapan peralatan evakuasi, tempat pengungsian sementara atau pun pemantauan dini prakiraan cuaca.
"Masyarakat diimbau untuk menghindari pohon maupun bangunan yang berpotensi mengalami rubuh saat terjadi angin kencang." pungkasnya.
Editor : Redaksi
