Rebutan Kesra, Imam Syafi'i Sangat Sesalkan Intervensi Pimpinan Dewan

Rebutan Kesra, Imam Syafi'i Sangat Sesalkan Intervensi Pimpinan Dewan © mili.id

Imam Syafi'i (kanan) bersama Arif Fathoni/Foto:roy/mili

Mili.id - Polemik Penyesuaian perubahan struktur organisasi tata kerja (SOTK) pemerintah kota Surabaya, yakni terkait bagian Pemerintahan dan Kesra yang akan jadi mitra kerja Komisi A kian memanas. 

Anggota Pansus, Imam Syafi'i bahkan menyesalkan Intervensi pimpinan dewan yang dinilai sangat berlebihan. 

Baca juga: SPMB 2026, DPRD Surabaya Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

"Kan sudah dibentuk pansus dan itu wakil dari fraksi yang ada." tegas politisi NasDem tersebut kepada wartawan, Senin (31/1). 

Menurut Imam, mereka yang duduk di Pansus mempunyai kapasitas dan menjadi presentasi atas keinginan fraksi masing masing. 

"Ketika pansus sudah memutuskan, iya jangan diintervensi! Pansus kan ada diskusi, dinamika kan begitu di dalam Pansus." Sergah Imam. 

Baca juga: DPRD Surabaya Dorong Pembinaan Atlet Woodball Jelang Porprov Jatim 2026

Sehingga bentuk keluhan ke pimpinan dewan karena ditolak suara mayoritas juga disesalkannya, apalagi pimpinan juga dewan melakukan intervensi. 

"Hanya karena kalah bersuara, disitu aspirasinya yang kecil, ditenggelamkan oleh yang lebih besar. Dari teman teman kemudian jangan wadul wadul ke pimpinan dewan." ketus Imam. 

"Dan kemudian pimpinan dewan jangan mengintervensi karena terus terang kami sangat menyesalkan." tandas Imam. 

Baca juga: Soal Normalisasi Sungai Kalianak, Komisi A DPRD Surabaya Respon Cepat Warga Moro Krembangan

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar, Arif Fathoni menyatakan dukungannya terhadap hasil keputusan Rapat Tata Tertib (Tatib) Pansus.

"Kami mendukung penuh apapun hasil keputusan pansus tatib," tegas Fathoni. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait