Serunya Turnamen Tenis Glow in The Dark Pertama di Indonesia dalam Melon Cup Batch 4

Serunya Turnamen Tenis Glow in The Dark Pertama di Indonesia dalam Melon Cup Batch 4 © mili.id

Melon Cup Batch 4 berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia sukses digelar di Surabaya (Foto-foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Turnamen tenis berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia, yang digagas Melon Cup, sukses digelar di GOR Tenis Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Melon Cup Batch 4 ini digelar sejak Jumat (16/8/2024), dan berakhir Minggu (18/8/2024) malam ini.

Baca juga: ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya Hadirkan "Fraktal", Pameran yang Mengajak Menyelami Bentuk dan Warna

Kejuaraan tenis ini dibagi 5 kategori. Dua kategori di antaranya dijuarai pasangan asal Tulungagung, Jawa Timur.

Melon Cup Batch 4 berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia sukses digelar di SurabayaMelon Cup Batch 4 berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia sukses digelar di Surabaya

Mereka yang menjuarai kategori Baby Melon ialah pasangan Gabriell Aimee-Evita. Kategori tersebut diperuntukan bagi pemain tenis pemula, yang baru latihan kurang dari 6 bulan.

Gabriell mengaku sangat berkesan dengan konsep yang diusung dalam Melon Cup Batch 4 ini, meski dia mengaku sedikit kesulitan bermain dalam kondisi remang-remang.

"Kalau glow in the dark itu agak sulit bagi mata yang agak minus sama silinder gitu. Karena mau service kayak ada yang silau-silau gitu," tuturnya.

Melon Cup Batch 4 berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia sukses digelar di SurabayaMelon Cup Batch 4 berkonsep glow in the dark pertama di Indonesia sukses digelar di Surabaya

"Kalau yang biasa mungkin, karena warnanya solid jadi lebih enak dilihat untuk tenis yang lampu biasa. Ini baru pertama kali main di lapangan glow in the dark. Seru banget ternyata," lanjut Gabriell.

Perempuan asal Tulungagung ini mengaku baru memulai latihan sejak akhir Februari 2024. Sehingga, di Melon Cup Batch 4 ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti turnamen.

"Aku baru mulai latihan akhir Februari. Terima kasih untuk panitia yang sudah mempersiapkan acara ini dengan baik, dan juga juri-jurinya, yang puji tuhan, melakukan penilaian dengan adil," tambahnya.

Pasangan juara satu kategori Baby Melon Gabriell Aimee-EvitaPasangan juara satu kategori Baby Melon Gabriell Aimee-Evita

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Sementara untuk kategori kedua, yakni Melon Pan yang merupakan pasangan tenis ibu-anak ini juga diraih oleh pemain tenis asal Tulungagung, yaitu pasangan Lina Gonaldi-Luna Gonaldi.

Lina mengungkapkan baru pertama ini berpasangan dengan Luna, anaknya, yang berusia 10 tahun. Dia sendiri dalam sudah bermain tenis sudah dua tahun.

"Pastinya senang, ini juga baru pertama kali partner-an mom and daughter gitu. Ini juga baru pertama pengalaman kita main di lapangan glow in the dark ya," terangnya.

Pasangan juara satu kategori Melon Pan Lina Gonaldi-Luna GonaldiPasangan juara satu kategori Melon Pan Lina Gonaldi-Luna Gonaldi

Pasangan asal Tulungagung ini mengaku awalnya grogi ketika bermain dalam konsep glow in the dark. Namun hal itu dapat diatasi setelah mereka turun ke lapangan sambil membawa raket.

"Awalnya serem. Aduh gimana, bisa gak ya mukul bolanya? Tapi setelah di jalani ya not bad lah, its so fun experience," paparnya.

Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun

Dalam permainan hingga ia meraih gelar juara kategori Melon Pan, Lina mengaku anaknya lebih jago dari dirinya.

"Latihan sudah 1,6 tahunan, kalau saya 2 tahun. Tapi di turnamen ini, saya merasa anak saya lebih jago daripada saya sih," sebutnya.

Mewakili Mellisa Tan selaku Ketua Panita Melon Cup Batch 4, Wulan Anggraini mengucap rasa terimakasih kepada 140 pasangan dari total 208 peserta yang telah bertanding selama tiga hari ini.

"Untuk teman-teman yang belum bisa menang, jangan berkecil hati, karena untuk ikut ke turnamen atau kejuaraan yang ini bisa dibilang amatir, teman-teman sudah selangkah lebih maju," papar Wulan.

Menurutnya, seluruh peserta sudah bisa mengatasi tantangan di dalam dirinya sendiri. Kemudian bisa bermain di lapangan dengan sportif.

"Itu yang kita ingin apresiasi, karena semangat dan sportifitas itu harus dijunjung tinggi. Jadi, turnamen ini bukan hanya sekedar turnamen. Tapi supaya teman-teman bisa belajar, meskipun kita kalah tapi kita bisa berbesar hati dan tidak putus asa," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait