Tersangka Bahlul mengikuti rekonstruksi yang digelar Penyidik Resmob Satreskrim Polres Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan wanita cantik asal Kediri, yang mayatnya dibuang di hutan Pacet, Mojokerto.
Rekonstruksi yang digelar Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto itu, salah satunya diperagakan tersangka pembunuhan, Dedi Abdullah alias Bahlul (36), asal Brebes, Jawa Tengah.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Sedangkan korban Anyk Mariyanni (36), asal Dusun Banjarjo, Kelurahan Besuk, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, diperankan pemeran pengganti.
Dalam rekonstruksi itu terungkap bahwa Bahlul melakukan telah merencanakan pembunuhan pada Rabu (12/9/2024), dimulai memesan pelat nomor polisi palsu untuk mobil melalui marketplace.
Pria asal Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes itu juga memperagakan pembuangan jasad korban pada Kamis (13/9/2024), usai membunuh dengan cara membekap dan mencekik.
"Pelat nomor palsu dipesan dari marketplace dengan mobil yang sama, tahun yang sama dan warna yang sama, hingga adegan pembuangan mayat di Pacet," ujar Kanit Resmob Polres Mojokerto, Ipda Sukron Makmun, Kamis (24/10/2024).
Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut Sukron, korban mengenal Bahlul saat menjadi Sales Promotion Girl (SPG). Keduanya menjalin komunikasi kembali melalui TikTok. Saat itu, mereka membahas bisnis rumah kos di Kediri.
"Mantan pacarnya (tersangka Bahlul) ini teman korban sesama SPG. Setelah itu, tersangka dan korban nyambung lagi di TikTok," tegas Sukron.
Diketahui sejak Maret 2024, keduanya intens berkomunikasi. Bahlul menjanjikan korban akan memberikan uang Rp2 miliar untuk bisnis rumah kos. Korban juga dijanjikan dibelikan ponsel iPhone seri terbaru 15 Pro Max.
"Sempat dijanjikan uang Rp2 miliar untuk iming-imingi korban. Uang itu sebenarnya tidak ada. Karena ponselnya korban Samsung itu ditawarin iPhone yang terbaru," beber Sukron.
Sukron menambahkan, duda dua anak itu mengajak Anyk bertemu pada Rabu (12/9/2024) untuk membahas bisnis rumah kos di Kediri. Ketika itu Bahlul dijemput korban di SPBU Kediri.
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Petaka terjadi ketika mobil korban yang disopiri Bahlul menepi di daerah Tambakberas, Jombang, sekitar pukul 23.00 WIB. Di situlah, tersangka membunuh wanita bersuami tersebut.
"Karena korban tanya, waktu itu kan diiming-iming uang Rp2 miliar untuk bisnis rumah kos, ternyata di situ tidak ada akhirnya cek-cok," bebernya.
Bahlul memukul wajah korban sebelah kiri menggunakan tangan kanan. Lalu, membungkam wajahnya dengan bantal.
Tak berhenti di situ, dia juga mencekik korban kedua tangan untuk memastikan korban tewas. Selanjutnya, Bahlul metutup wajah korban menggunakan kerudung warnah merah muda motif bunga.
Setelah korban tewas, Bahlul merampas perhiasan dan ponsel korban. Pelat nomor mobil korban diganti dengan yang telah disiapkannya.
Oleh Bahlul, jasad Anyk dibuang di kawasan hutan Pacet, Mojokerto, dan ditemukan pada Jumat (13/9/2024). Bahlul kemudian membawa kabur mobil Suzuki Baleno, perhiasan dan ponsel milik korban.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Tim Satreskrim Polres Mojokerto menemukan mobil sedan dengan pelat Nomor B 2557 KOM itu di Sragen, Jawa Tengah, karena ditinggalkan Bahlul.
Setelah itu pelaku kabur ke Depok dengan cara menumpang kendaraan trailer. Hingga sempat bersembunyi di Riau.
Polisi menyergap persembunyian Bahlul di sebuah gubug perkebunan kelapa sawit Jalan Tuah Sekatau Dusun Lidah Tanah Desa Sungaidaun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Untuk diketahui, korban Anyk merupakan wanita yang memiliki tiga orang anak. Suaminya diketahui bekerja di pertambangan minyak di Riau.
Editor : Narendra Bakrie
