Penampakan Sekolah Siswi MI di Banyuwangi Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan

Penampakan Sekolah Siswi MI di Banyuwangi Diduga Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan © mili.id

Kondisi sekolah CN, siswi MI di Banyuwangi yang tewas, diduga jadi korban pemerkosaan dan pembunuhan (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Kegiatan belajar mengajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Banyuwangi, tempat CN (7) bersekolah selama ini, diliburkan, Kamis (14/11/2024).

Siswi MI asal Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru itu ditemukan tewas, diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pembunuhan Perempuan di Sukabumi Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan

Mayatnya ditemukan terlentang dekat gubuk tua dalam kebun kosong tak jauh dari rumahnya, dengan kondisi masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Sekolah MI di tengah sawah, berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah korban itu tampak lengang. Tak ada aktivitas belajar mengajar di sana, karena seluruh siswa diminta belajar di rumah.

Sekolah sengaja diliburkan, sebagai bentuk keprihatinan serta rasa berkabung atas meninggalnya korban.

"Sekolah sengaja kami liburkan sebagian bentuk belasungkawa kepada pihak keluarga. Kami sangat terpukul atas kejadian yang dialami salah satu murid terbaik kami. Seluruh siswa untuk satu hari ini kita anjurkan belajar di rumah masing-masing," ujar Kepala MI, Heru Prayitno.

Seluruh guru dan wali kelas berada di rumah duka. Heru mengungkap seluruh jajaran guru diminta membantu menenangkan orangtua korban yang masih terpukul.

"Seluruh guru termasuk wali kelas korban saya arahkan ke rumah duka. Diniatkan untuk membantu menenangkan kedua orang tuanya yang masih terpukul," ungkapnya.

Baca juga: Pemuda di Kapuas Ditangkap Usai Diduga Bunuh Ayah Kandung, Polisi Sita Parang Berlumur Darah

Sedianya libur sekolah diberlakukan selama sehari. Setelahnya aktivitas belajar mengajar normal kembali.

Korban diketahui duduk di bangku kelas 1. Baru 5 bulan ia mengenakan almamater sekolah. Korban, kata Heru, terbilang sosok yang periang.

"Sosoknya selalu ceria dan mudah bergaul dengan semua temannya di kelas. Ada 13 siswa termasuk korban yang menempati kelas satu. Makanya seluruh temannya sedih saat korban sudah tiada," papar Heru.

Selain itu, lanjut Heru, kondisi psikis orangtua korban yakni, Doni Nur Chusairi (35) dan Siti Aningsih (30) masih terpukul. Keduanya masih syok sejak Rabu kemarin dan belum bisa diajak berkomunikasi hingga sekarang.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

"Masih syok dan belum bisa diajak berkomunikasi. Bisa ngomong tapi terbata-bata," terangnya.

Informasi yang dihimpun, jenazah korban selesai diautopsi pada pukul 02.00 WIB, di RSUD Genteng. Pihak kepolisian mendatangkan tim dokter forensik dari Jember.

Sementara pasca proses autopsi, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga. Jenazah dimakamkan sekitar pukul 04.30 WIB.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait