Tanah Longsor Putus Jalur Penghubung Panggul-Dongko Trenggalek

Tanah Longsor Putus Jalur Penghubung Panggul-Dongko Trenggalek © mili.id

Serka Suhardjo dari Koramil 0806-11/Panggul, yang tergabung dalam TRC BPBD Kecamatan Panggul, bergerak cepat bersama tim gabungan di lokasi.(Pendam V/Brawijaya)

Trenggalek, mili.id – Bencana tanah gerak kembali mengancam, hujan deras yang mengguyur Kecamatan Panggul sejak Minggu sore (16/3/2025) mengakibatkan pergerakan tanah yang cukup parah di RT 23/RW 06 Dusun Pager Watu, Desa Manggis.

Senin (17/3/2025) pagi, warga dikejutkan dengan longsoran yang memutus akses jalan utama penghubung Desa Manggis, Kecamatan Panggul menuju Desa Siki, Kecamatan Dongko. Kedalaman longsoran mencapai sekitar 2 meter, membuat jalur transportasi lumpuh total.

Baca juga: Polres Trenggalek Amankan Jambret Perhiasan, Tersangka Lima Kali Masuk Bui

Merespons situasi darurat ini, Serka Suhardjo dari Koramil 0806-11/Panggul, yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kecamatan Panggul, bergerak cepat bersama tim gabungan untuk meninjau lokasi.

“Tanah masih labil dan cuaca masih tidak menentu. Kami mengimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan,” tegasnya.

Dampak bencana ini tidak bisa dianggap remeh. Jalan yang terputus merupakan urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga setempat.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi

Kini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, BPBD, perangkat desa, serta masyarakat tengah berupaya keras mencari solusi agar akses jalan dapat segera dipulihkan.

Kepala Desa Manggis, Sarmadan, turut mengajak seluruh warga untuk tetap siaga dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.

Baca juga: Dua Korban Longsor di Bogor dan Cianjur Ditemukan Meninggal Dunia, BNPB Imbau Warga Waspada Hujan Ekstrem

“Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan anggap remeh gejala tanah gerak sekecil apa pun!” pesannya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Trenggalek terus memantau kondisi cuaca dan menyiapkan peralatan tanggap darurat guna mengantisipasi dampak lebih luas. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan menghindari area rawan longsor.

Editor : Aris S



Berita Terkait