Cerita 20 Nelayan Bertahan di Tengah Laut Usai Kapalnya Tenggelam Dihantam Gelombang

Cerita 20 Nelayan Bertahan di Tengah Laut Usai Kapalnya Tenggelam Dihantam Gelombang © mili.id

Ilustrasi/Meta AI

mili.id - 20 nelayan bertahan di tengah laut sekitar 1 jam setelah kapal mereka tenggelam dihantam gelombang tinggi.

Kapal motor yang mengangkut 20 nelayan asal Dusun Gudang, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo itu tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi di perairan Selat Madura.

Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran

Diperoleh keterangan, sebelum kapal slerek dengan nahkoda Asmar Efendi diterjang gelombang tinggi, sekitar pukul 18.00 WIB, di spot mencari ikan, seorang ABK melakukan lego jangkar di Selat Madura, sekitar 35 mil dari bibir Pantai Besuki, Situbondo.

Namun saat menghidupkan mesin genset untuk menebar ikan, tiba-tiba datang gelombang tinggi dan angin kencang menghantam buritan kapal, hingga mengakibatkan papan belakang pecah.

Sebagian nelayan usai dievakuasi (Foto: Istimewa)Sebagian nelayan usai dievakuasi (Foto: Istimewa)

Bahkan air laut langsung masuk ke dalam Kapal Motor Besuki 1 Situbondo itu.

Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026

Nahkoda dan puluhan ABK langsung menyelamatkan diri menggunakan jerigen dan boks ikan.

Salah satu ABK, Sucipto, berenang sejauh 1 kilometer untuk minta bantuan kapal motor nelayan yang sedang menangkap ikan. Selanjutnya, mereka langsung dievakuasi ke Pantai Besuki.

"Setelah berenang sejauh 1 kilometer, saya minta tolong ke nelayan yang sedang menangkap ikan," ungkap Sucipto, Selasa (24/6/2026).

Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel

Sementara Koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo, Puryono mengatakan, meski sempat terombang-ambing sekitar satu jam di tengah laut, 20 nelayan itu berhasil diselamatkan.

"Alhamdulillah nahkoda dan para ABK berhasil dievakuasi dengan selamat," tandas Puryono.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait