Banjir Bali: Korban Meninggal 9 Orang, Dua dalam Pencarian dan 6 Kota Terdampak

Banjir Bali: Korban Meninggal 9 Orang, Dua dalam Pencarian dan 6 Kota Terdampak © mili.id

Petugas BPBD Bali saat melakukan penyisiran di lokasi banjir. (Dok. Tim SAR Bali).

Bali, mili.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat ada 9 korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda pada hari ini, Rabu (10/9/2025).

Dalam bencana itu, sebanyak 6 kota di Bali yang terdampak.

Baca juga: Jateng Salurkan 3,25 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Berdasarkan data BPBD Bali, tercatat ada 127 titik banjir yang tersebar di 6 kabupaten dan kota di Bali. Sebagian besar titik berada di Kota Denpasar yang tercatat mengalami 127 titik banjir.

Sementara, di kabupaten lainnya diperkirakan lebih sedikit mulai dari 14 titik banjir di Kabupaten Gianyar, 12 titik di Kabupaten Badung, 8 titik di Kabupaten Tabanan, 8 titik di Kabupaten Jembrana, dan 4 titik di Kabupaten Karangasem.

Selain itu, BPBD Bali juga mencatat 20 dampak tanah longsor yang dialami 4 kabupaten di Bali. kabupaten Karangasem menjadi kasus tanah longsor terbanyak dengan 12 kasus.

Begitu pula dengan kejadian pohon tumbang yang terbanyak dialami oleh Kabupaten Karangasem.

Dari 14 kejadian pohon tumbang, Karangasem dan Klungkung menjadi jumlah terbanyak dengan masing-masing 5 kasus.

Beberapa bangunan dan fasilitas pendukung juga tercatat mengalami kerusakan.

Sebuah jembatan di Kabupaten Gianyar dan Karangasem terputus akibat cuaca buruk yang berdampak pada aliran sungai yang terlalu besar.

Selain itu, 7 senderan jalan juga jebol di Kabupaten Karangasem. Bangunan lain yang mengalami jebol meliputi 4 kejadian Penyengker jebol, sebuah bangunan jebol di Kota Denpasar, dan jalan rusak di satu titik di Kabupaten Karangasem.

Untuk korban jiwa, terdapat 9 orang yang dicatat meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Belum dijelaskan penyebab persis tewasnya korban, namun korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kota Denpasar dengan 5 korban jiwa yang diakibatkan dari peristiwa banjir di Pasar Badung dan di Kelurahan Dauh Puri.

Sementara, banjir di Kabupaten Jembrana menelan korban jiwa 2 orang, dan banjir di Kerobokan dan Temesi, Kabupaten Gianyar masing-masing mengakibatkan 1 korban meninggal dunia.

Baca juga: WN Turki Diduga Ugal-ugalan di Badung, Tabrak Lima Kendaraan dan Lukai Tujuh Orang

Masih ada 2 orang korban dari peristiwa banjir di Pasar Badung yang masih dinyatakan dalam pencarian.

Sejauh ini, BPBD juga menyiapkan 2 pos pengungsian yang berada di SD 25 Pemecutan Denpasar yang diisi 8 orang pengungsi dan Banjar Dakdakan, Peguyangan, Denpasar yang diisi 75 pengungsi.

BPBD juga masih melakukan upaya evakuasi bagi warga terdampak serta melakukan pembersihan bagi wilayah yang terdampak.

"Saat ini operasi lapangan difokuskan pada upaya evakuasi warga terdampak, pembersihan daerah yang sudah surut air dan koordinasi penanganan darurat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Prov bali, Eka Saputra dalam keterangannya.

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan jika banjir parah di Denpasar ini disebabkan karena curah hujan tinggi yang melanda sejak Selasa kemarin.

Baca juga: Lima Terpidana Korupsi Kembalikan Kerugian Negara Rp3,01 Miliar di Blitar

Curah hujan tinggi itu mengakibatkan aliran air ke Sungai Badung berlebih sehingga tak mampu menampung debit air yang datang dari hulu sungai.

"Ini kan hulunya (Sungai Badung) jauh, panjang ini Tukad Badung ini kan panjang. Jadi curah hujan memang sangat tinggi dari kemarin selama sehari sampai tadi, ya tentu saja ini menimbulkan masalah banjir," terangnya.

Koster juga sempat ditanyai terkait kemungkinan pembangunan yang masif di Bali yang menjadi faktor banjir ini.

Namun, dia meminta agar tidak buru-buru menyimpulkan penyebab tersebut, karena dinilai masih banyak faktor yang bisa menyebabkan banjir ini, termasuk juga pengelolaan sampah.

Pasalnya, banyak sampah yang berada pada aliran Sungai Badung. Termasuk juga sampah yang meluap hingga ke areal Pasar Kumbasari.

"Jangan dulu buru-buru menyimpulkan ya, faktornya banyak," jelasnya.

Editor : Zain Ahmad



Berita Terkait