Ini Dia Falsafah Jawa tentang Kehidupan yang Selaras antara Pikiran dan Hati

Ini Dia Falsafah Jawa tentang Kehidupan yang Selaras antara Pikiran dan Hati © mili.id

Ilustrasi/Meta Ai

Surabaya, mili.id - Pernahkah Anda merasa gelisah, overthinking atau pikiran tidak sejalan dengan hati?

Mungkin Anda bisa menerapkan falsafah Jawa: manunggaling cipto, roso, karso lan karyo, untuk menyelaraskan isi pikiran dan kata hati.

Baca juga: Khofifah Luncurkan PELITA ASN Perkuat Ketahanan Keluarga

Berikut makna falsafah Jawa tersebut:

Cipto
Cipto ada pikiran. Semua yang akan terjadi berawal dari pikiran. Maka hendaknya kita harus selalu menyusun rencana dan tujuan hidup.

Roso
Roso adalah perasaan. Perasaan yang tulus dapat membuat pikiran punya makna, bukan sekadar ambisi kosong.

Baca juga: Edi Hasibuan: Meningkatnya Citra Polri Jadi Apresiasi Masyarakat atas Kinerja Kepolisian

Dalam falsafah Jawa, rasa yang dalam dan ikhlas, bisa menjadi bahan bakar untuk melangkah dengan lebih mantap.

Karso
Karso adalah niat. Niat dapat menjadi pengikat antara pikiran dan hati.

Dengan niat yang jelas, kita akan tahu ke arah mana kehidupan akan dibawa selanjutnya.

Baca juga: Grahadi Membara! Demo Indonesia Sekarat Berujung Ricuh

Karyo
Karyo adalah perbuatan. Karyo merupakan wujud nyata atas cipto, roso, dan karso yang telah dijalani, buah dari keselarasan pikiran, hati, dan niat.

Kalau cipto, roso, dan karso selaras, maka karyo akan jadi perbuatan yang kuat, bermakna, dan berdampak baik.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait