Ilustrasi (Chatgpt)
Mili.id - Kecelakaan kerja yang berujung fatal terjadi di PT Sun Paper Source (SPS) kawasan Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Seorang teknisi mesin berkewarganegaraan asing (WNA) asal China dilaporkan meninggal dunia usai mengalami insiden saat memperbaiki mesin produksi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 WIB, saat aktivitas pabrik masih berlangsung. Korban diketahui bernama HB (33), teknisi mesin asal Shianxi, China.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat mesin Rewinder A (mesin penggulung rol) mengalami gangguan. Korban kemudian melakukan perbaikan terhadap mesin tersebut.
Namun nahas, saat proses perbaikan berlangsung, tangan kanan korban diduga masuk ke dalam mesin dan tertarik hingga menyebabkan luka serius.
Rekan kerja korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Mawadah, Kecamatan Ngoro.
Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Petugas dari Polres Mojokerto melalui Polsek Pungging bersama tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap kondisi korban dan saksi-saksi di lokasi.
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden tersebut.
“Benar telah terjadi peristiwa kecelakaan kerja di wilayah Pungging," ujar AKBP Andi saat dikonfirmasi Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan Tim Inafis telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kejadian ini.
"Dugaan terkait K3. Saksi-saksi proses pemeriksaan hingga saat ini untuk memastikan ada peristiwa pidana atau tidak," imbuhnya.
Sementara itu, dugaan awal mengarah pada faktor human error saat korban melakukan perbaikan mesin. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan tambahan serta menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi lebih lanjut. Baik dari rekan kerja korban maupun manajemen perusahaan.
Terpisah, Kepala Disnaker Mojokerto Yo'ie Afrida Soesetyo Djati sebagai pemangku wilayah mengaku, belum mendapatkan laporan terkait peristiwa kecelakaan kerja di perusahaan produsen kertas tisu terkemuka di Indonesia.
"Belum ada informasi, biar dicek dulu," pungkas Yo'ie.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota
Editor : Redaksi
