forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Mili.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalankan reformasi besar-besaran di berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga transformasi ekonomi. Hal itu disampaikan dalam forum bisnis Indonesia–Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Di hadapan para mitra internasional, Prabowo menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih, efisien, dan berlandaskan supremasi hukum. Ia menyebut, tuntutan masyarakat terhadap tata kelola yang baik menjadi pendorong utama reformasi tersebut.
Baca juga: Prabowo Pimpin Panen Raya TNI, Khofifah: Jawa Timur Pilar Ketahanan Pangan Nasional
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius melakukan perubahan nyata menuju masyarakat modern dan rasional,” ujarnya.
Dalam sektor ekonomi, Prabowo menyoroti strategi hilirisasi dan industrialisasi sebagai fokus utama. Pemerintah, kata dia, tidak lagi ingin bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mendorong pengolahan sumber daya di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga mineral kritis sebagai aset strategis nasional. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan untuk menjamin kesejahteraan generasi mendatang.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengekspor bahan mentah. Sumber daya mineral harus dilindungi dan dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Baca juga: Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tinjau Pasukan di Satlat Brimob Cikeas
Tak hanya ekonomi, Prabowo turut menyoroti isu lingkungan. Ia mengajak komunitas internasional untuk mendukung program reboisasi besar-besaran guna memulihkan hutan yang rusak. Indonesia, yang kerap disebut sebagai paru-paru dunia, dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.
“Hutan yang rusak harus dipulihkan, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi untuk kepentingan dunia,” katanya.
Di bidang energi, pemerintah juga menargetkan percepatan transisi menuju energi terbarukan. Prabowo mengungkapkan rencana ambisius untuk mengembangkan energi surya secara masif dalam waktu singkat.
Baca juga: Prabowo Kunjungi Madura, Resmikan Ribuan Kilometer Jalan dan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU
Indonesia menargetkan kapasitas hingga 100 gigawatt listrik dari tenaga surya dalam tiga tahun ke depan. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan kebutuhan energi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan berbagai agenda tersebut, Prabowo berharap Indonesia dapat tampil sebagai negara yang stabil, modern, dan siap menjadi mitra strategis bagi investor global.
Editor : Redaksi
