Disnakertrans Jatim Sidak PT SPS, Ungkap Fakta Baru Tewasnya Teknisi Asal China di Mojokerto

Disnakertrans Jatim Sidak PT SPS, Ungkap Fakta Baru Tewasnya Teknisi Asal China di Mojokerto © mili.id

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur turun langsung bersama Disnaker Kabupaten Mojokerto ke PT SPS, Selasa (31/03/2026).

Mili.id — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur turun langsung mengusut insiden tewasnya seorang Warga Negara Asing (WNA) asal China di PT Sun Paper Source (SPS), Kabupaten Mojokerto, Sabtu (21/03/2026).

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Jatim, Taufik Hidayat, bersama tim BIN Ketenagakerjaan menemukan sejumlah fakta baru saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pabrik tersebut, Selasa (31/03/2026). Sidak ini turut didampingi Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida.

Baca juga: Pramono Anung Ungkap Identitas Korban Tewas di Gorong-gorong Jaktim, Satu Diantaranya WNA

“Peristiwa ini masuk kategori tindakan tidak aman atau kecerobohan. Perusahaan sebenarnya sudah menerapkan prosedur K3 dalam pekerjaan,” ujar Taufik kepada wartawan.

Namun demikian, temuan penting mencuat. Insiden kematian teknisi asal China tersebut diduga tidak dilaporkan ke pihak Disnaker. Hal ini dipastikan akan menjadi fokus pendalaman lebih lanjut oleh tim pengawas.

Korban diketahui berinisial HB (33), warga Shaanxi, China. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga tidak menjalankan prosedur sesuai standar operasional (SOP) saat melakukan pengecekan mesin.

“Seharusnya pengecekan dilakukan dari atas, tetapi korban melakukannya dari arah berlawanan. Hal itu menyebabkan tangan korban tertarik mesin. Dari keterangan saksi, juga terjadi benturan di bagian dagu. Tidak ada tubuh yang hancur, hanya luka di bagian leher atas,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, saat kejadian, kondisi roll tisu sedang membuka sehingga relatif aman jika pengecekan dilakukan sesuai prosedur. Namun, tindakan korban justru berisiko tinggi.

“Kenapa rekan kerja tidak menegur, padahal sudah ada peringatan ‘hati-hati tangan terjepit’. Apalagi korban merupakan teknisi yang seharusnya memahami prosedur,” imbuhnya.

Baca juga: Sun Paper Source Sabet TOP CSR Awards 2026

Sementara itu, perwakilan manajemen perusahaan, Manager HR-GA Mekabox Internasional selaku SPS Corporate, Hendro Djarot, menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP yang berlaku.

“Akan kami perbaiki. Meski menurut kami SOP sudah lengkap dan P2K3 juga tersedia, kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Ke depan SOP akan kami buat dalam dua bahasa,” ujarnya.

Hendro menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan musibah yang tidak diinginkan oleh pihak manapun.

“Ini murni musibah yang tidak ada pihak yang menghendaki,” katanya.

Baca juga: Respons Cepat Kodim 0815 Mojokerto Tangani Kecelakaan Kerja di Trowulan, Satu Pekerja Tewas

Ia juga memastikan perusahaan telah mengambil langkah cepat pascakejadian, mulai dari menghubungi keluarga korban hingga berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Seluruh proses, termasuk kompensasi dan penanganan jenazah, diklaim telah diselesaikan.

“Saya tidak menyalahkan mesin. Ini musibah. Namun, seluruh kewajiban perusahaan sudah kami laksanakan,” pungkasnya.

Kasus kematian teknisi di mesin rewinder PT SPS ini sebelumnya sempat mengejutkan publik. Insiden tersebut juga disebut menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan maraknya praktik tenaga kerja asing ilegal di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Editor : Redaksi



Berita Terkait