Ratusan Buruh PT Pakerin Mojokerto Demo Tuntut Gaji dan Hak Belum Dibayar

Ratusan Buruh PT Pakerin Mojokerto Demo Tuntut Gaji dan Hak Belum Dibayar © mili.id

Sekitar 400 buruh PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang pabrik di Desa Ngerame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/4/2026).

Mili.id – Sekitar 400 buruh PT Pakerin menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang pabrik di Desa Ngerame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/4/2026). Aksi ini dipicu belum dipenuhinya sejumlah hak pekerja oleh manajemen perusahaan.

Dalam aksi tersebut, para buruh membentangkan berbagai spanduk berisi tuntutan. Di antaranya bertuliskan “Tegakkan keadilan, kami bangkit melawan. Gaji kami harus dibayar sekarang juga” serta “Keluarga kami butuh makan, bukan janji manis manajemen.”

Baca juga: Ribuan Karyawan PT Pakerin Tak Bisa Berobat, BPJS Kesehatan Mojokerto Digeruduk FSPMI

Ketua SPSI PT Pakerin, Heru Nugroho, mengatakan aksi diikuti ratusan karyawan, termasuk pekerja yang telah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka menuntut perusahaan segera memenuhi tiga kewajiban utama.

“Yang pertama, pembayaran upah periode Oktober 2025 hingga Maret 2026 yang sampai sekarang belum dibayarkan,” ujar Heru di lokasi aksi.

Selain itu, buruh juga mempersoalkan iuran BPJS Kesehatan yang telah dipotong dari gaji, namun tidak disetorkan oleh perusahaan. Akibatnya, status kepesertaan mereka menjadi tidak aktif dan menyulitkan akses layanan kesehatan.

“BPJS Kesehatan kami tidak dibayarkan, sehingga pekerja kesulitan mendapatkan layanan pengobatan,” katanya.

Tuntutan lainnya adalah pemenuhan seluruh hak karyawan, termasuk kompensasi bagi pekerja yang terdampak PHK. Heru menyebut sebagian pekerja baru menerima satu bulan gaji, sementara hak lainnya belum diselesaikan.

Baca juga: Konflik PT Pakerin, Kuasa Hukum Sayangkan Pencairan Dana Buruh Tanpa Libatkan Dirut

Menurutnya, manajemen sebelumnya sempat menjanjikan pembayaran gaji November dan Desember 2025 sebelum Hari Raya Paskah. Namun hingga kini realisasi janji tersebut belum ada kejelasan.

“Karena tidak ada kepastian, akhirnya teman-teman memutuskan untuk turun aksi,” tegasnya.

Heru juga mengungkapkan bahwa operasional pabrik telah berhenti sekitar satu tahun. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal di tingkat pemilik perusahaan yang berdampak pada nasib para pekerja.

Baca juga: Pencairan Deposito oleh BPR Prima Master Bank Disoal PT Pakerin

Sementara itu, perwakilan manajemen melalui HRD PT Pakerin, Heru Sumiaji, menyatakan pihak perusahaan akan berkoordinasi dengan pimpinan serikat buruh.

“Terus terang saya tidak bisa menemui semuanya. Nanti akan ada utusan dari Surabaya yang bertemu pimpinan serikat,” ujarnya di hadapan massa aksi.

Hingga berita ini ditulis, para buruh masih menunggu kejelasan tindak lanjut dari pihak perusahaan terkait tuntutan yang disampaikan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait