Dedi Mulyadi Dorong Anak Hidup Produktif Sejak Dini: Pilih Aktivitas Nyata Ketimbang Gadget

Dedi Mulyadi Dorong Anak Hidup Produktif Sejak Dini: Pilih Aktivitas Nyata Ketimbang Gadget © mili.id

Dedi Mulyadi Dorong Anak Hidup Produktif Sejak Dini: Pilih Aktivitas Nyata Ketimbang Gadget

Jakarta, tvOnenews.com — Dedi Mulyadi kembali menyoroti pentingnya membangun pola hidup produktif sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan harus ditanamkan melalui aktivitas sehari-hari yang nyata dan bermanfaat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Tolak Wacana SPP SMA/SMK Negeri, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS Rp4 Miliar

Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mencontohkan kehidupan anak-anak di pedesaan yang terbiasa membantu orang tua, seperti mencari kayu bakar. Aktivitas tersebut dinilai mampu membentuk karakter tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab.

Ia menilai, kegiatan fisik yang melibatkan interaksi langsung dengan lingkungan jauh lebih berdampak positif dibandingkan kebiasaan menghabiskan waktu dengan gadget atau permainan seperti motor-motoran. Menurutnya, paparan teknologi yang berlebihan justru berpotensi membuat anak kurang aktif dan minim pengalaman nyata.

Baca juga: Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar, Publik Langsung Heboh

“Kebiasaan produktif harus dimulai sejak kecil. Anak-anak perlu dikenalkan pada aktivitas yang membangun, bukan hanya hiburan semata,” menjadi pesan utama yang disampaikan.

Pernyataan ini sekaligus menjadi refleksi atas perubahan pola hidup anak-anak di era digital. Di satu sisi, teknologi membawa kemudahan, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan baru dalam membentuk karakter generasi muda.

Baca juga: Spanduk Penutupan Jalan Dicabut, Dedi Mulyadi Tegaskan Diponegoro Tetap Dibuka”

Pandangan Dedi Mulyadi tersebut pun memicu diskusi publik mengenai keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas fisik dalam kehidupan anak. Ia menekankan bahwa keterlibatan anak dalam kegiatan sederhana di lingkungan sekitar dapat menjadi fondasi penting bagi pembentukan etos kerja dan kemandirian di masa depan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait