Kebakaran tumpukan sampah terjadi di lahan kawasan KM 21, RT 004/RW 004, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sejak Kamis (23/4/2026) pukul 04.42 WIB. Hingga menjelang siang, api belum berhasil dipadamkan setelah lebih dari enam jam penanganan ol
Mili.id — Kebakaran tumpukan sampah terjadi di lahan kawasan KM 21, RT 004/RW 004, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sejak Kamis (23/4/2026) pukul 04.42 WIB. Hingga menjelang siang, api belum berhasil dipadamkan setelah lebih dari enam jam penanganan oleh petugas.
Dilansir dari Kompas, Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara masih berupaya memadamkan api yang terus muncul dari dalam tumpukan sampah. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, asap putih tebal masih mengepul dan sesekali mengarah ke Jalan Raya Bekasi.
Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Tiang Beton Saat Pembongkaran Gedung DLH Jakarta, Satu Petugas Terluka
Sebanyak enam unit mobil pompa dan dua unit kendaraan pendukung dikerahkan ke lokasi, dengan total 48 personel terlibat dalam operasi pemadaman. Sejumlah kendaraan pemadam terlihat berjejer di pinggir jalan, sementara dua unit lainnya masuk ke area lahan mendekati titik api.
Perwira piket Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Eko Budianto, menyatakan proses pemadaman mengalami kendala teknis akibat tingginya tumpukan sampah. Menurut dia, api diduga masih menyala di bagian bawah sehingga sulit dijangkau.
“Kendalanya karena sampah bertumpuk tinggi, sehingga harus diurai terlebih dahulu. Kami membutuhkan alat berat seperti ekskavator untuk membuka lapisan sampah,” ujar Eko di lokasi.
Baca juga: Seleksi Pemuda Pelopor 2026 Jakarta Utara Dibuka, Cari Generasi Muda Inovatif
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat proses penguraian material yang terbakar.
Hingga saat ini, petugas belum dapat memastikan waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api secara menyeluruh. “Kami belum bisa memprediksi durasi penanganan karena potensi api di bagian bawah tumpukan masih ada,” kata Eko.
Di sisi lain, aktivitas warga di sekitar lokasi terpantau tetap berlangsung meskipun asap masih keluar dari area kebakaran. Sebagian petugas juga terlihat beristirahat secara bergantian di sekitar lokasi setelah melakukan pemadaman selama beberapa jam.
Baca juga: Roadshow FGD Goes To School Tanamkan Nilai Pancasila di SMA Negeri 18 Jakarta Utara
Terkait status lahan dan asal-usul tumpukan sampah yang terbakar, belum ada keterangan resmi. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta belum memberikan tanggapan atas dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) ilegal.
Peristiwa ini menambah catatan penanganan kebakaran berbasis limbah di wilayah perkotaan, yang umumnya memerlukan koordinasi lintas instansi serta dukungan alat berat untuk mengatasi potensi api di lapisan bawah material.
Editor : Redaksi
