Mili.id – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei mendatang. Kehadiran kepala negara ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dan melindungi pekerja.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi simbol bahwa pemerintah tidak berseberangan dengan buruh.
Baca juga: 6.458 Driver Ojol Kota Malang Kini Punya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Dibiayai DBHCHT
“Pemerintah ingin menegaskan bahwa posisinya bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” ujar Qodari.
Baca juga: Said Iqbal Akan Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Ia menambahkan, pemerintah memahami berbagai tantangan yang dihadapi para pekerja saat ini, mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya biaya hidup, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Dalam konteks tersebut, pemerintah berupaya memastikan negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan lapangan kerja. Qodari menegaskan, berbagai aspirasi buruh menjadi perhatian serius pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Perlindungan Bagi Pekerja Wisata Suku Tengger di Kawasan Bromo
Peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day setiap tahunnya menjadi momentum penting bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi sekaligus memperkuat solidaritas. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada kehadiran Presiden yang diharapkan membawa pesan kuat terkait keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan buruh.
Editor : Redaksi
