Sebuah papan reklame yang menggambarkan Selat Hormuz dengan keterangan dalam bahasa Persia bertuliskan 'Selamanya di Tangan Iran' terpasang di Vanak Square, Teheran, pada hari Rabu.
Mili.id – Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh bagi kapal-kapal komersial yang melintasi atau tertahan di kawasan strategis Selat Hormuz. Layanan ini mencakup dukungan teknis, logistik, hingga bantuan medis darurat.
Melansir laporan kantor berita resmi IRNA, Kamis (7/5/2026), Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran telah mengirimkan pesan resmi kepada para kapten kapal komersial di seluruh kawasan Teluk. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi navigasi di jalur yang menjadi urat nadi perdagangan dunia tersebut.
Baca juga: Iran Pertahankan Penutupan Selat Hormuz, Kaitkan dengan Situasi Lebanon dan Ekspor Minyak
Fasilitas Lengkap di Pelabuhan Iran
Baca juga: Iran Bangkit Dua Kali, Selandia Baru Gagal Pertahankan Keunggulan di Laga Sengit Grup G
Dalam pesan tersebut, Iran menegaskan bahwa seluruh kapal yang berada di perairan teritorialnya, khususnya yang sedang bersandar di pelabuhan-pelabuhan Iran, dapat mengakses berbagai layanan vital, antara lain:
- Pasokan Energi: Penyediaan bahan bakar kapal.
- Bantuan Medis: Layanan kesehatan bagi awak kapal yang membutuhkan.
- Dukungan Teknis: Pasokan suku cadang dan pemeliharaan mesin.
- Siaran Rutin Tiga Kali Sehari
Otoritas maritim Iran memastikan instruksi dan kesiapan ini akan disebarluaskan secara masif agar dapat dijangkau oleh seluruh nakhoda di kawasan. Pesan bantuan ini akan disiarkan melalui jaringan komunikasi dan sistem frekuensi radio Very High Frequency (VHF) sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari ke depan.
Baca juga: Perang Iran-AS di Ambang Akhir? Menlu Iran Sebut Kesepakatan Damai Bisa Diteken dalam Hitungan Hari
Langkah Iran ini dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan kendali sekaligus peran aktif mereka dalam menjaga kelancaran arus logistik di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan jalur pelayaran internasional tersebut.
Editor : Redaksi
