Mili.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mendapat sorotan nasional sebagai daerah paling inovatif di Indonesia. Namun di balik prestasi tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan agar Jawa Timur tidak cepat puas dan terus memperkuat ekosistem inovasi daerah demi menjaga posisi teratas sekaligus mendukung percepatan program prioritas nasional.
Pesan itu disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, saat menghadiri Sosialisasi dan Pemantapan Inovasi Daerah di Dinas Pendidikan Jawa Timur, Surabaya, Senin.
Menurut Yusharto, Jawa Timur hingga kini masih mencatat skor tertinggi dalam pengukuran inovasi daerah tingkat nasional. Capaian tersebut menjadikan provinsi ini sebagai barometer inovasi pemerintah daerah di Indonesia.
“Kemendagri mendorong ekosistem inovasi perlu dibangun bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan penerima layanan,” ujar Yusharto.
Meski berstatus provinsi terinovatif, ia menegaskan posisi Jawa Timur belum sepenuhnya aman. Persaingan antar daerah terus berkembang dan banyak pemerintah daerah mulai memperkuat inovasi pelayanan publik mereka.
“Jawa Timur bukan dalam posisi aman meskipun sudah menjadi daerah terinovatif. Daerah lain juga melakukan upaya yang sama bahkan bisa lebih kuat. Oleh karena itu, akselerasi inovasi harus terus dilakukan,” katanya.
Yusharto menjelaskan, kekuatan Jawa Timur bukan hanya berada di tingkat provinsi, tetapi juga pada banyak kabupaten dan kota yang masuk klaster tertinggi penilaian pemerintah daerah inovatif nasional. Namun tantangan terbesar saat ini adalah membangun budaya inovasi yang saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia menyoroti masih adanya pola kerja “silo” antar organisasi perangkat daerah (OPD). Padahal menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai contoh, ia menilai kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan dapat menghadirkan solusi transportasi pelajar yang lebih efektif sehingga akses pendidikan menjadi semakin mudah dijangkau masyarakat.
Selain itu, Kemendagri juga tengah mempersiapkan sistem penilaian Inovasi Daerah 2026 dengan kemungkinan menghadirkan tema-tema khusus yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) serta program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Yusharto menyebut terdapat 54 program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan inovasi daerah agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.
“Tanpa inovasi, akselerasi program tidak akan cukup tercapai hanya dengan cara-cara biasa,” tegasnya.
Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Jawa Timur memaparkan berbagai capaian inovasi pendidikan periode 2024–2025 di hadapan tim penilai Innovation Government Award (IGA) Kemendagri.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu penyumbang terbesar capaian inovasi daerah Jawa Timur hingga berhasil mengantarkan provinsi ini menjadi juara nasional.
“Tim dari Kemendagri berkeliling ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Dindik Jatim memberikan dukungan jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional,” ujar Aries.
Sejumlah program inovatif yang dipaparkan di antaranya Program Terapan Ekonomi Guru Non-Aparatur Sipil Negara (Proteg) serta East Java Innovative Education Summit (EJIES). Kedua program tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan budaya inovasi di lingkungan sekolah.
Aries mengatakan inovasi pendidikan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi harus mampu menjadi solusi konkret atas persoalan masyarakat.
“Inovasi yang lahir merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Tujuannya agar pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” katanya.
Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya
Dari total 398 inovasi yang diajukan Dindik Jawa Timur, sebanyak 196 inovasi telah masuk kategori tingkat kematangan tinggi berdasarkan hasil validasi dan manfaatnya bagi masyarakat.
Tak hanya itu, program East Java Innovative Education Summit (EJIES) juga mencatat antusiasme luar biasa dari insan pendidikan di Jawa Timur. Forum tersebut menjadi wadah lahirnya ribuan gagasan kreatif dari guru, sekolah hingga pelajar.
“Total ada sekitar 24 ribu inovasi yang masuk dalam EJIES,” kata Aries.
Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menilai dukungan media memiliki peran penting dalam memperluas dampak inovasi melalui konsep pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Dengan berbagai capaian tersebut, Jawa Timur kini tidak hanya dituntut mempertahankan gelar provinsi terinovatif, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi nasional yang mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan.
Editor : Redaksi
