Destana Dinilai Jadi Investasi Keselamatan, DPRD Jatim Minta Program Diperluas ke Seluruh Desa

Destana Dinilai Jadi Investasi Keselamatan, DPRD Jatim Minta Program Diperluas ke Seluruh Desa © mili.id

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas cakupan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai langkah strategis membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang masih t

Mili.id-Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas cakupan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai langkah strategis membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang masih tinggi di berbagai daerah.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya itu, keberadaan Destana bukan sekadar program pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana sekaligus memperkuat ketahanan desa.

Baca juga: Sumardi Turun ke Lokasi Puting Beliung Mojokerto, Warga Berlindung di Bawah Kasur

"Program Destana merupakan salah satu program unggulan BPBD Provinsi Jawa Timur yang sangat strategis. Masyarakat desa harus dibekali kemampuan mitigasi agar mampu bertindak cepat, tepat, dan mandiri ketika menghadapi bencana," ujar Puguh saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya menjadi narasumber dalam pembukaan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar BPBD Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Malang di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri jajaran Forkopimcam Wajak, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang beserta jajarannya, serta tokoh masyarakat setempat.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu menilai masyarakat merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas warga melalui program Destana menjadi langkah penting untuk membangun budaya sadar bencana hingga ke tingkat desa.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, hingga saat ini telah terbentuk sekitar 166 Desa Tangguh Bencana dari sekitar 390 desa yang ada di Kabupaten Malang. Puguh mengapresiasi capaian tersebut, namun menilai jumlah itu masih perlu terus ditingkatkan mengingat tingginya potensi bencana di wilayah tersebut.

Baca juga: Dua Anggota DPRD Jatim dari PDIP Mundur karena Kasus Hukum

"Jawa Timur merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Karena itu pembentukan Destana harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi kebencanaan," katanya.

Puguh menegaskan, keberhasilan pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, hingga warga.

"Kolaborasi aktif seluruh unsur sangat penting. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana, dampak yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Destana yang berlangsung selama tujuh hari. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.

Baca juga: Tunjangan Perumahan DPRD Jatim Sudah Sesuai Aturan

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teori kebencanaan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dalam mitigasi, evakuasi, hingga penanganan awal saat terjadi bencana melalui pendampingan fasilitator yang berkompeten.

Puguh berharap program Desa Tangguh Bencana terus diperluas hingga menjangkau seluruh desa di Jawa Timur. Dengan semakin banyak desa yang memiliki kemampuan mitigasi, ketahanan masyarakat terhadap bencana akan semakin kuat sekaligus mampu menekan jumlah korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan.

"Semakin banyak desa yang tangguh, semakin siap pula masyarakat Jawa Timur menghadapi berbagai ancaman bencana. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Erwin Muhammad



Berita Terkait