Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo (net)
Mili.id – Gunung Semeru erupsi. Puluhan rakyat Lumajang, meninggal dunia, dan yang lain masih meregang nyawa. Jadi, mahfum kiranya jika tak berfungsinya Sistem Peringatan Dini (early warning system) pada musibah letusan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan wakil rakyat.
Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo, mempertanyakan kinerja Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang sedianya bertugas memberikan peringatan dini terkait dengan situasi gunung berapi.
Baca juga: DPR Murka atas Kasus Penyekapan di Bandung, Desak Taufik Hidayat Dihukum Berat hingga Kebiri
“(Tidak adanya peringatan dini) ini sangat berbahaya,” cetus Sartono seperti dikutip dari akun instagram pribadinya, Minggu (5/12/2021).
Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menilai, seharusnya Kementerian ESDM di bawah pimpinan Arifin Tasrif, beserta jajaran, dapat fokus bekerja sesuai dengan tugasnya, yakni dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
“Harusnya dapat fokus. Jangan memikirkan yang lain,” tulis Sartono.
Sartono memastikan, Komisi VII DPR RI bakal segera memanggil jajaran Kementerian ESDM terkait hal ini.
Baca juga: RUU Ketenagakerjaan Didorong Atur Jaminan Sosial Ojol, DPR Minta Aplikator Ikut Bertanggung Jawab
Menurutnya, hal ini penting untuk diselesaikan lantaran menyangkut keselamatan dan hidup orang banyak.
Perlu diketahui, Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal. Bahkan, guguran awan panas itu mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang.
Berdasarkan laporan aktivitas gunung api di laman resmi Magma Indonesia, tercatat tidak ada peringatan dini yang menyebutkan bahwa gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut bakal erupsi.
Baca juga: AHY Hormati Sikap Politik PDIP, Tekankan Pentingnya Kritik Konstruktif dalam Demokrasi
Laporan terakhir yang masuk ke Magma Indonesia, tercatat pada 3 dan 2 Desember 2021. Pada Jumat (3/12/2021), laporan itu menyebutkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat. Tidak ada peringatan dini atas peristiwa yang berdampak pada warga di Lumajang itu, juga menjadi sorotan dari warganet pada Sabtu malam ini.
Bahkan, Kepala Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP, Bambang Surya Putra mengakui, tidak ada peringatan dini atas peristiwa yang berdampak pada warga di Lumajang tersebut.
Editor : Redaksi
