Ilustrasi/mili.id
Surabaya - Begal payudara yang beraksi di daerah Wonokromo, Surabaya disebut berpakaian serba hitam dan mengendarai motor sendirian.
Kesaksian itu disampaikan gadis berinisial AT (21), yang saat itu bersama dua temannya atau korban. Katanya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (21/1/2024).
Baca juga: Eri Sikat Pungli SWK, Pengelolaan PKL Dikembalikan ke Pemkot
Saat itu, AT yang berasal dari Ngawi itu bersama dua rekannya berinisial EL (21) dan NN (21), asal Nganjuk sedang bermain skuter di Jalan Gajah Mada.
Baca juga: Viral Wanita Mengaku Jadi Korban Begal Payudara di Surabaya
"Saat itu saya bermain scooter bersama dua temen saya. Itu cewek semua. Ketika sampai di tempat yang agak sepi, ada seorang bapak-bapak yang mengikuti dari belakang," ungkap AT saat dikonfirmasi mili.id, Rabu (24/1/2024) malam.
AT saat itu tidak menaruh curiga. Sebab pemotor matik yang mengenakan pakaian serba hitam itu melewatinya begitu saja. Sedangkan di depan AT, ada kedua temannya yang mengendarai skuter dengan berbaris.
"Urutan paling belakang itu saya. Untungnya waktu bapak itu mendekati saya, ada mobil dari belakang. Jadi bapaknya langsung melewati saya," tambahnya.
Setelah melewati AT, pelaku langsung memepet EL dan NN. Sebelum meremas payudara rekannya, pelaku menggunakan modus ingin berkenalan, tetapi laju motornya tak dihentikan.
Baca juga: Eri Cahyadi Dukung Pengusutan Korupsi KBS, Audit BUMD Diperketat
"Bapaknya waktu itu berkata "mbak boleh kenalan?" jawaban semuanya "enggak". Setelah itu kedua temanku dipegang," jelas dia.
Usai meremas payudara korban, pelaku sempat memacu kencang motornya. Namun, pemotor itu putar balik lagi dan kembali menghampiri korbannya seraya mengucapkan kata pelecehan.
"Kemudian dia putar balik lagi kak menemui kami bertiga dan dia bilang gini "makasih ya mbak susunya (payudara) empuk". Langsung pergi dia," lanjutnya.
Seolah belum puas, pelaku masih berusaha menghampiri korbannya. Dengan sigap, AT mengeluarkan ponselnya dan berusaha mengabadikan sosok pelaku.
Baca juga: PDIP Surabaya Terima Banpol Lebih Rp6 Miliar, Fokus Pendidikan Politik
"Waktu kami istirahat di pinggir jalan, dia kembali lagi mau menghampiri kami. Untungnya saya langsung videoin, lalu dia bergegas untuk pergi," bebernya.
Menurut AT, dua temannya itu belum membuat laporan polisi. Alasannya mereka tidak memiliki bukti yang kuat dan waktu itu sudah larut malam.
"Belum sempat lapor, soalnya waktu juga sudah malam, jadi kami bergegas pulang. Kami mau lapor takut, soalnya kami nggak punya banyak bukti yang kuat. Plat nomornya juga gak kelihatan di videonya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
