Gadis TKW asal Jember Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia

Gadis TKW asal Jember Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia © mili.id

Keluarga gadis TKW asal Jember yang diduga jadi korban pembunuhan di Malaysia (Foto-foto: Hatta/mili.id)

Jember - Gadis asal Jember bernama Windri Nur Fadila, tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia, diduga jadi korban pembunuhan.

Gadis 19 tahun asal Dusun Babatan, Desa/Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember itu ditemukan tewas di Mentari Blok V, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia pada Senin (29/1/2024).

Baca juga: Pelaku Dugaan Pembunuhan Perempuan di Sukabumi Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan

Kepolisian Malaysia dikabarkan tengah melakukan penyelidikan atas tewasnya gadis yang bekerja sebagai cleaning service itu.

Informasi yang dihimpun mili.id, korban ditemukan tewas dengan luka bekas gorokan di leher.

Keluarga di Jember berharap jenazah korban segera dipulangkan. Sehingga anak kedua pasangan Pahing (45) dan Susilowati (41) itu bisa segera dimakamkan dengan layak di tanah kelahirannya.

"Terakhir komunikasi itu malam sebelum dikabarkan keponakan saya meninggal. Keponakan saya video call (VC), bilang kalau besok mau kerja pakai baju putih ini. Kayaknya saya kalau pakai baju ini kelihatan seksi, karena memang keponakan saya ini suka becanda. Itu VC dengan kakaknya terakhir," ungkap tante korban, Ninik ditemui di rumahnya, Selasa (30/1/2024).

Namun keesokan harinya, Ninik mendengar keponakannya meninggal. Dia langsung syok dan kaget.

"Kami syok saat dikabarkan ada berita keponakan saya meninggal. Tapi kami kembali lagi mungkin semua takdir ilahi dan kami harus sabar menerima," tutur Ninik seraya menahan tangis.

Dia menyebut bahwa selama di Malaysia, korban tidak pernah bercerita tentang masalah yang dihadapinya.

"Anaknya ini tidak pernah cerita apa-apa. Cuman dia hanya bilang dulu mau kerja mengubah nasib, ingin lebih baik lagi kehidupannya. Setahu saya keponakan saya ini juga masih single (tidak punya pacar). Cerita dekat dengan siapa juga tidak pernah," ujarnya.

Diketahui, sejak lulus SMA Tahun 2023, korban punya keinginan bekerja di luar negeri.

"Kerja di Malaysia sejak April 2023. Di sana (Malaysia) juga tinggal di rumah saudara. Ada saudara kami di sana," jelasnya.

Baca juga: Pemuda di Kapuas Ditangkap Usai Diduga Bunuh Ayah Kandung, Polisi Sita Parang Berlumur Darah

"Selalu mengirim uang ke Jember. Alhamdulillah ini keramik (lantai) di rumah hasil jerih payah keponakan saya. Bantu-bantu untuk keluarganya," tambah Ninik.

Ninik dan keluarga besarnya berharap jenazah korban bisa segera dipulangkan.

Di sisi lain, lanjut Ninik, pihak KBRI di Malaysia selalu menyampaikan hasil perkembangan penyelidikan polisi di sana.

"Kabarnya akan dipulangkan dua-tiga hari ini. Kami mengurus proses surat menyurat dari KBRI. Mudah-mudahan cepat. Kami juga dibantu dari sana ada serikat buruh yang intens komunikasi. Karena masalahnya tidak ada surat izin bekerja," bebernya.

"Kabarnya pelaku laki-laki, satu orang. Saat ini proses hukum di sana. Kami tidak mau tahu. Yang penting (jenazah) korban bisa pulang," sambung Ninik.

Camat Jenggawah, Endro LukitoCamat Jenggawah, Endro Lukito

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Sementara Camat Jenggawah, Endro Lukito mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pendamping terhadap keluarga korban.

Kerjasama juga sudah dilakukan bersama Disnaker dan Dinsos Jember, hingga Serikat Buruh Migran.

"Langkah-langkah yang sudah dilaksanakan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Human Trafficing Quotes yang berada di Malaysia. Komunitas yang bergerak di bidang pemantauan perdagangan manusia. Jadi kita tidak lepas koordinasi dengan mereka yang berada di sana," papar Endro.

"Sekarang tinggal menunggu proses pemulangan jenazah. Dari pihak keluarga menginginkan jenazah korban segera dipulangkan ke Tanah Air, dan dikebumikan dengan layak," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait