Perguruan Tinggi Katolik Indonesia Soroti Pemilu 2024, Ini 6 Pernyataannya

Perguruan Tinggi Katolik Indonesia Soroti Pemilu 2024, Ini 6 Pernyataannya © mili.id

Pertemuan APTIK yang digelar di Komplek Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Sabtu (4/2/2024). (Foto: Istimewa)

Surabaya - Sebanyak 23 Perguruan Tinggi Katolik Indonesia tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyatakan sikap kepedulian kepada dinamika Pemilu 2024.

Pertemuan digelar di Komplek Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Sabtu (4/2/2024) kemarin. Dengan dihadiri rektor, juga ketua perguruan tinggi masing-masing Kampus yang hadir.

Baca juga: The Alana Surabaya Rayakan Anniversary Dengan Donor Darah Kemanusiaan

Dalam pembahasan tersebut, para akademisi dan civitas Perguruan Tinggi Katolik membuahkan 6 hasil pernyataan sikap.

Di antaranya berkomitmen memerangi kolusi, korupsi, nepotisme (KKN), dan melakukan penegakan hukum, menjunjung tinggi etika.

Ketua APTIK yang sekaligus Rektor dari UKWMS Kuncoro Foe mengungkapkan, acara itu digagas memberikan kontribusi terbaik bagi masing-masing institusi Perguruan Tinggi (PT).

“Terima kasih atas kesediaannya hadir di Kampus UKWMS. Semoga dengan adanya pertemuan ini, kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Institusi masing-masing," terang Kuncoro, Sabtu (3/2/2024).

Dalam pertemuan tersebut melahirkan 6 penyataan sikap sekaligus ditujukan sebagai tameng terhadap Tantangan dan Antisipasi serta Proyeksi Pendidikan Tinggi terkait Kepemimpinan Nasional.

Berikut pernyataan sikap Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) tentang dinamika politik menjelang Pemilu 2024 :

Kami para Rektor /Ketua Perguruan Tinggi Katolik Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK) sangat resah dengan kondisi di tanah air tercinta atas rusaknya tatanan hukum dan demokrasi Indonesia menjelang Pemilu Serentak 2024.

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Praktik penyalahgunaan kekuasaan, kolusi, korupsi dan nepotisme serta penegakan hukum yang semakin menyimpang dari semangat reformasi dan konstitusi negara telah mengoyak hati nurani dan rasa keadilan bangsa Indonesia.

Untuk itu kami menyerukan kepada seluruh pihak yang berkepentingan terhadap terselenggaranya Pemilu 2024 yang berkualitas, bermartabat, jujur dan adil:

1. Presiden dan segenap jajarannya harus menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan azas-azas pemerintahan yang baik serta memegang teguh sumpah jabatannya sesuai tugas pokok dan fungsinya, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan memerangi kolusi, korupsi dan nepotisme serta melakukan penegakan hukum dengan tidak menggunakan sistem tebang pilih dan selalu menjunjung tinggi etika dalam bekerjanya.

2. Penyelenggara pemilu menjunjung tinggi azas pemilu yang LUBER JURDIL untuk menjamin hak setiap orang yang memiliki hak pilih agar dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas sesuai dengan hati nuraninya tanpa mendapat tekanan dalam bentuk apapun.

3. Aparat negara baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Kepolisian Republik Indonesia Indonesia (POLRI) selalu bersikap netral dan tidak memihak pada pihak-pihak tertentu.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

4. Negara wajib menghormati, melindungi dan memenuhi hak kebebasan berekspresi setiap warga negaranya sebagai bagian dari hak asasi manusia.

5. Mengutamakan pendekatan damai tanpa kekerasan dalam masa kampanye sampai dengan saat pelaksanaan pemilihan umum dan sesudahnya.

6. Semua Perguruan Tinggi di Indonesia terlibat aktif melakukan pemantauan dan pengawasan di saat pemilihan umum.

Pernyataan sikap ini merupakan bentuk kepedulian Perguruan Tinggi Katolik, dan berharap bagi para pemilih terutama pemilih pemula yang banyak menjadi civitas akademika dapat memanfaatkan hak pilihnya dengan sebaik mungkin.

Editor : Aris S



Berita Terkait