Massa Pendukungnya Geruduk Tempat Rekapitulasi di Jember, Begini Penjelasan Caleg PAN

Massa Pendukungnya Geruduk Tempat Rekapitulasi di Jember, Begini Penjelasan Caleg PAN © mili.id

Caleg DPR RI dari PAN, Abdus Salam menemui massa pendukungnya (Foto: Hatta/mili.id)

Jember - Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Abdus Salam angkat bicara soal massa pendukungnya yang menggeruduk tempat Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilu 2024 di Jember.

Massa pendukung Abdus Salam menduduki Aston Hotel Jember tempat rekapitulasi digelar KPU pada Senin (4/3/2024) dini hari, dan meninggalkan lokasi sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli, Pengendara Diminta Atur Perjalanan

Baca juga: Tempat Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 di Jember Digeruduk Massa Pendukung Caleg PAN

Menurut Abdus Salam, aksi itu merupakan bentuk perhatian dan pengawasan masyarakat, yang sedang menilai kinerja penyelenggara Pemilu 2024, baik KPU maupun Bawaslu Jember.

"Aksi ini murni dari masyarakat tanpa ada upaya menggerakkan. Karena masyarakat menilai adanya kejadian di Sumberbaru kemarin, membuat suara kita lenyap hampir 6000 suara. Jadi kita di sini minta rekomendasi dari Bawaslu dan KPU, yang kemarin sudah dijanjikan di Sumberbaru. Tapi nyatanya hari ini diingkari," jelas Cak Salam-sapaannya.

Menurut Cak Salam, aksi massa itu adalah upaya untuk menuntut keadilan.

"Sehingga saya harap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu bertindak adil, dan bertanggungjawab atas carut marutnya pileg dan pilpres saat ini di Jember," tambahnya.

Cak Salam menambahkan, bila rekomendasi atas hilangnya ribuan suara miliknya tidak digubris, ribuan massa pendukungnya akan datang lagi.

"Apabila besok rekomendasi ini diingkari, kita akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi. Mereka dengan sukarela bergerak ke sini. Ini kita belum mengerahkan struktur partai kita. Intinya yang jelas, saat ini (massa yang datang) bisa dibilang relawan-relawan kita," ungkap dia.

Cak Salam menilai bahwa hilangnya suara miliknya menjadi sebuah gambaran tentang buruknya penyelenggaraan Pemilu 2024.

"Banyak insiden-insiden dan kejadian yang menyebabkan caleg-caleg kita rugi. Padahal perjuangan caleg itu banyak macamnya, ada yang sampai jual sawah, mobil, motor, untuk menjadi wakil masyarakat yang amanah," ulasnya.

Baca juga: Pemerintah Percepat Hilirisasi Pertanian, Menko Pangan Tinjau Program Strategis di Bondowoso dan Banyuwangi

"Tapi faktanya apa? Di sini ketidaksiapan KPU dan Bawaslu merugikan semua. Insiden ini berawal dari beberapa partai, tapi kemudian merembet ke mana-mana dan di mana-mana," sambung Cak Salam.

Namun terkait hilangnya ribuan suaranya itu, Cak Salam belum menyiapkan langkah hukum.

"Selanjutnya soal upaya lain (lewat jalur hukum), yang jelas nanti kita mengalir. Apa yang saat ini dilakukan, menuntut keadilan dari apa yang sudah dilakukan, tandasnya.

Sementara Ketua KPU Jember, Muhammad Syai'in menepis tudingan bila rekomendasi soal hilangnya suara Cak Salam itu belum dilakukan.

"Prinsip KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024, tapi terkait rekomendasi itu wilayahnya Bawaslu yang akan melakukan proses kajian dan lain sebagainya," jelas Syai'in.

Tahapan pemilu soal rekapitulasi data dan penghitungan suara saat ini sudah masuk di tingkat kabupaten.

Baca juga: Pelaku Dugaan Pembunuhan Perempuan di Sukabumi Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Kronologi Penangkapan

"Tahapan saat ini adalah rekapitulasi di tingkat kabupaten. Rekapitulasi ini berjenjang. Untuk di tingkat kecamatan itu sudah final. Kalau ada yang mempersoalkan, dasarnya C-Hasil itu melakukan pembetulan ataupun koreksi," bebernya.

"Sampai sejauh ini rekomendasi itu sudah dilakukan. Termasuk rekomendasi rekapitulasi ulang di (Kecamatan) Sumberbaru, maupun di Silo. Itu sudah dilaksanakan," tegas Syai'in.

Sehingga, jika ada tuntutan soal rekomendasi, lanjut Syai'in, pihaknya menunggu adanya rekomendasi baru dari Bawaslu Jember.

"Semisal ada rekomendasi baru (dari Bawaslu), nanti akan kita laksanakan dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait