Rakor SKAK Kabupaten Bondowoso di Rumah Makan Orilla, Senin (22/4/2024). (Deni AW/Mili.id)
Bondowoso - Sejumlah kepala desa di Kabupaten Bondowoso menyuarakan aspirasinya tentang Pemilihan Bupati (Pilbup) setempat yang bakal digelar November 2024 nanti.
Mereka yang tergabung dalam Sentra Komunikasi Antar Kepala Desa (SKAK) Kabupaten Bondowoso, berharap Bupati Bondowoso nantinya adalah putera daerah.
Baca juga: Polres Bondowoso Amankan DPO Kasus Curanmor di Tol Kalikangkung Jawa Tengah
Hal ini tersirat di sela rakor SKAK yang membahas tentang undang-undang desa dan perihal keorganisasian secara internal.
Dalam pertemuan itu dihadiri perwakilan kades atau koordinator kecamatan. Jumlah totalnya 23 orang kades di Bondowoso.
Denis Halimansyah, Koordinator Kades Kecamatan Klabang menyampaikan jika suara yang muncul di akar rumput cukup nyaring.
"Suara masyarakat di grass root menginginkan bupati Bondowoso nantinya adalah putera daerah," kata Denis.
Ia menuturkan apa yang disampaikan rakyatnya tentang sosok pemimpin.
Nama H. Ahmad Dhafir, Ketua DPC PKB Kabupaten Bondowoso kembali muncul dan menguat diharapkan memimpin kota tape periode 2024-2029.
Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bondowoso Gelar Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Prajekan
"Kami ingin berkomunikasi lebih intens lagi seiring dinamika politik ke depan," ucapnya.
Terlebih, muncul pasangan bakal calon bupati - wakil bupati, H. Ahmad Hamid Wahid - H. Tohari yang diakronimkan Ra-Toh.
Ra Hamid adalah tokoh ulama dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan H. Tohari menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Bondowoso.
Paslon ini rencananya bakal diusung PKB dan tinggal menanti restu berupa rekomendasi dari DPP PKB.
Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat
Sejauh ini, paslon Ra-Toh merupakan hasil dawuh dari para kiai NU di beberapa pondok pesantren (ponpes) wilayah Tapal Kuda.
"Terkait dawuh ponpes, ada juga korelasinya. Tapi kita harus tahu Bondowoso tidak seluruhnya alumnus ponpes. Pak Dhafir mewakili santri layak, non santri juga layak," nilainya.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Klampokan ini mengaku mengenal H. Ahmad Dhafir sejak sebelum menjadi kades.
"Beliau sangat bisa merangkul seluruh lapisan. Proses (pencalonan bupati) ini masih berjalan. Politik masih dinamis. Kalau pilihan masih bisa kemana saja," tegas Denis.
Editor : Achmad S
