Pemilik Warung Bakso di Surabaya Lapor Polisi Setelah Dituduh Gunakan Daging Tikus

Pemilik Warung Bakso di Surabaya Lapor Polisi Setelah Dituduh Gunakan Daging Tikus © mili.id

Intan Puspita Mayasari menunjukkan tanda bukti lapor polisi (Foto: Ist)

Surabaya - Pemilik Warung Bakso Ronggolawe Surabaya, Intan Puspita Mayasari (33) lapor polisi setelah dituduh menggunakan daging tikus.

Intan melaporkan sebuah akun TikTok, yang menyebut Bakso Ronggolawe menggunakan daging tikus sebagai bahan baku pembuatan pentol.

Baca juga: Anas Karno: Akurasi Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Surabaya

Laporan itu tertuang dalam nomor STPL/B/416/VII/2024/SPKT/POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK/POLDA JATIM.

Akibat tuduhan itu, Intan mengaku kini usahanya sepi, omzetnya turun drastis dan mendapat banyak hujatan dari warganet.

Dia pun tegas membantah tuduhan bahwa ia menggunakan daging tikus sebagai bahan baku pentol.

"Saya sudah jualan bakso sejak Tahun 1986 dan tidak pernah menggunakan daging tikus seperti yang dituduhkan. Kita dirugikan sekali. Sekarang banyak yang menghujat. Omzet kami ya turun drastis," ungkap Intan, Rabu (24/7/2024).

Menurut Intan, dari cerita pegawainya, pembuat konten saat itu marah-marah dan meminta bakso yang dipesan digratiskan.

"Karena sangat merugikan kami, jadi kami melapor. Biasanya kami bisa jual sampai 600 porsi. Tapi setelah viral itu tidak sampai 50 porsi sehari," ungkapnya.

Selama berjualan bakso sejak 1986, tempat usahanya sudah dua kali diterpa isu menggunakan bahan baku daging tikus.

Fitnah pertama itu disebutnya terjadi di Tahun 2009. Namun saat itu tidak ada media sosial, sehingga kabar yang dianggapnya bohong itu tidak menyebar secara masif.

"Dulu 2009 dari mulut ke mulut. Sekarang kan ada medsos jadi menyebarnya cepat terus imbasnya langsung ke usaha kami," jelasnya.

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ingatkan Dampak Krisis Kepercayaan terhadap DPRD

Intan menduga bahwa motif dari pembuat konten adalah sesama dari penjual bakso. Atau pun dari orang-orang yang tidak senang dengan keluarganya.

Atas laporan polisi yang dibuatnya itu, Intan mengaku telah diperiksa dua kali oleh Penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

"Yang pemeriksaan kedua ada 29 pertanyaan. Perihal ini (video) apakah benar. Tau video viral itu dari mana. Awal mulanya tau dari mana. Apakah kita kenal dengan orang yang memposting video itu. Apakah ada penurunan omzet yang mengakibatkan kerugian," paparnya.

Intan berharap agar kepolisian segera menangkap pembuat dan penyebar konten hoaks itu.

"Harapan saya penyebar hoaks ini segera tertangkap. Semoga pulih juga usaha kami," tambahnya.

Baca juga: PAD Capai 50 Persen, Pemkot Surabaya Cairkan Gaji Ke-13 ASN

Dalam video yang viral di Instagram dan TikTok itu, menunjukkan pada tetelan bakso ditemukan sebuah daging berbulu hitam diduga daging tikus. Video itu viral sejak Senin (15/7/2024).

Sambil menunjukan makanannya, terdengar suara pria dan wanita mengatakan adanya bakso yang diduga daging mirip bulu tikus.

"Baksomu iki loh (baksomu ini loh)," ucap salah satu perekam.

"Ngene loh, murupno lampune ben ketok (gini loh, nyalakan lampunya biar kelihatan)," jawab si pria sembari menunjuk gading berbulu hitam.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait