Kondisi SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo yang ditutup sementara, Selasa (13/01/2026)
Mili.id – Jumlah korban dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto terus bertambah signifikan. Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, total warga terdampak kini mencapai 780 orang dari berbagai satuan pendidikan.
Dari total tersebut, sebanyak 533 orang berasal dari lima lembaga pendidikan di bawah naungan Dispendik Kabupaten Mojokerto. Seluruh lembaga itu diketahui menerima pasokan menu MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 3 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.
Baca juga: BGN Evaluasi Program MBG, Validasi 63 Juta Penerima dan Benahi Skema Insentif SPPG
Pelaksana Tugas Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto, Yoi’e Afrida Soesetyo Djati, menjelaskan bahwa korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa, namun juga melibatkan tenaga pendidik hingga keluarga siswa.
“Pendataan sementara dari lima lembaga menunjukkan ada 533 orang terdampak, terdiri dari siswa, guru, serta wali murid atau keluarga siswa,” ujarnya.
Lima sekolah yang telah dilakukan penelusuran tersebut meliputi SMPN 2 Kutorejo, SMP Al Hidayah, SDN Wonodadi 1, SDN Wonodadi 2, dan SDN Singowangi. Dari kelima lembaga itu, jumlah kasus terbanyak terjadi di SMPN 2 Kutorejo.
Di sekolah tersebut, dari total 666 siswa penerima MBG, sebanyak 293 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Rinciannya, 164 siswa mengalami gejala ringan, 68 siswa bergejala sedang, dan 35 siswa masih menjalani perawatan inap. Selain itu, 26 orang keluarga siswa juga dilaporkan turut terdampak.
Meski demikian, Dispendik memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian. Siswa yang mengalami gangguan kesehatan diberikan dispensasi serta kesempatan mengikuti pembelajaran susulan.
Baca juga: Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis
“Kesehatan tetap menjadi prioritas. Sekolah harus tetap berjalan, tapi ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan sekolah benar-benar aman bagi anak,” tegas Yoi’e.
Sementara itu, berdasarkan pendataan Kemenag Kabupaten Mojokerto, tercatat 247 orang terdampak dugaan keracunan dari menu soto MBG yang didistribusikan pada Jumat (9/1). Peristiwa tersebut terjadi di enam madrasah penerima MBG.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Masruchan, menyebut korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa.
Baca juga: Kejagung Tetapkan Brigjen Polisi Aktif sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG
“Beberapa guru dan pengasuh juga ikut mencicipi menu MBG, sehingga turut terdampak,” jelasnya.
Enam madrasah tersebut meliputi RA Nurul Hidayah Wonodadi, MI Nurul Hidayah Wonodadi, MTs Ma’had Annur Singowangi, MTs Nurul Hidayah Wonodadi, MA TI Berlian Wonodadi, serta MA Ma’had Annur Singowangi.
Hingga kini, proses pendataan dan penelusuran penyebab dugaan keracunan masih terus dilakukan oleh pihak terkait guna memastikan penanganan medis serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mojokerto.
Editor : Redaksi
