Suratman, perampok yang sekap dan lecehkan pemilik toko di Surabaya diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto: Rama Indra/mili.id)
Surabaya - Polisi membeberkan motif di balik kasus perampokan dan pelecehan di toko kelontong Jalan Simojawar, Sukomanunggal, Surabaya.
Perampok itu bernama Suratman (44), asal Sawahan, Surabaya. Dia telah dijebloskan ke penjara atas kasus perampokan disertai pelecehan terhadap wanita pemilik toko berinisial TY (55).
Baca juga: PKS Semprot OPD Surabaya, Respons Lambat Dinilai Hambat Pelayanan Publik
Baca juga: Perampok yang Sekap dan Lecehkan Korban di Surabaya Ditangkap!
Dalam aksinya, perampok itu menyekap dan melecehkan, lalu mengambil barang-barang korban, yaitu pada 16 Januari 2024 dinihari.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa dalam pemeriksaan, tersangka Suratman mengaku tega melakukan hal itu karena cintanya ditolak korban.

Awal pertemuan tersangka dengan korban dimulai dari tersangka yang sering berlangganan membeli rokok ke toko korban.
"Tersangka menjebol rumah korban melalui ventilasi jendela. Dia menyekap korban dalam keadaan gelap gulita hingga dia melakukan tindak asusila kepada korbannya," jelas Hendro, Jumat (26/1/2024).
Baca juga: Saksi: Ranto dan Agustin Yakinkan Investasi, Rp5 Miliar Masuk Rekening Perusahaan
Menurut Hendro, kasus perampokan itu terungkap, salah satunya dari pengakuan korban yang mengenal betul suara pria yang menyekap dan melecehkannya tersebut.
"Tindakan asusila itu ditolak oleh korban, dan pada akhirnya korban dipukul kepalanya hingga luka lebam," ungkap Hendro.
Baca juga: Perampok Satroni Toko di Surabaya, Sekap dan Lecehkan Korban
"Barang dicuri di antaranya handphone, kalung emas dan perhiasan mutiara milik TYC," tambah Alumni Akpol 2005 itu.
Baca juga: DPRD Desak Pemkot Mediasi Polemik Kos Empat Lantai Mulyorejo
Hendro menjelaskan, tersangka kabur dari rumah korban sekitar pukul 05.00 WIB. Namun Tim Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil menangkap tersangka di Sidoarjo saat membeli soto, yaitu pada Rabu (17/1/2024).
"Pelaku mengakui sengaja melakukan hal itu, sebab dirinya pernah ditolak saat melontarkan rasa cintanya kepada korban," tegas Hendro.
Sementara Suratman mengaku baru sekali mengungkapkan rasa cintanya tersebut kepada korban.
"Baru sekali. Kenalan ya pas langganan membeli rokok. Suka (seneng) ke korban karena dia baik," tutur Suratman.
Editor : Narendra Bakrie
