Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim Jalan Gresik, Surabaya (Foto: Tangkapan layar video amatir warga)
Surabaya - Ledakan Mako Brimob Polda Jatim di Jalan Gresik, Surabaya disebut terjadi tiga kali.
Johan, warga setempat mengatakan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, disusul dua ledakan beruntun hingga asap naik di udara.
Baca juga: Pedagang Ancam Demo Balai Kota, Tolak Tarif Stan SWK Kalijudan
"Saya lagi tiduran di rumah, terdengar dentuman keras (ledakan) pertama, saya kira ban truk meletus. Saya keluar, lalu meledak lagi dua kali," ungkap pemuda 20 tahun itu kepada mili.id, Senin (4/3/2024) siang.
Menurut Johan, setelah ledakan ketiga berhenti, ada asap pekat berwarna biru yang keluar dari Mako Brimob. Dia dan warga lain panik berlarian ke luar rumah.
"Asapnya itu pekat, pengendara disuruh berhenti atau putar balik. Di situ, warga keluar rumah dikira ada gempa bumi terjadi. Sebab puing-puing reruntuhan juga menghujani rumah-rumah," papar Johan.
Dia baru menyadari bahwa ada tiga ruas ventilasi kaca rumahnya yang pecah akibat kerasnya ledakan.
Baca juga: Dugaan Pungli di SWK Tambak Wedi Kian Menguat, Pedagang Beberkan Kwitansi hingga Kisah Intimidasi
"Jarak rumah lumayan dekat, sekitar 80 meteran dari mako. Dari ledakan terjadi, banyak puing-puing genting serta kayu yang menimpa rumah warga," papar Johan.
Sebelumnya Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto menyebut bahwa tidak ada korban jiwa dalam ledakan itu.
"Alhamdulillah sementara tidak ada korban jiwa. Kerugian materiil kantor, sama satu mobil GranMax yang berisi perlengkapan untuk meledakan," ungkapnya.
Baca juga: Four Points Surabaya Sukses Gelar Summer Class Harpa Tiga Hari
Ledakan itu terjadi di Kantor Subden Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim, sekitar pukul 10.19 WIB.
"Ledakan berasal dari sisa-sisa temuan bahan peledak yang akan dimusnahkan atau didisposal. Masuk dalam kategori low explosive," ungkap Imam.
Editor : Narendra Bakrie
