Imbas Gempa di Bawean Gresik, Dua Ruangan RSUD Umar Mas'ud Rusak

Imbas Gempa di Bawean Gresik, Dua Ruangan RSUD Umar Mas'ud Rusak © mili.id

Ruangan yang mengalami kerusakan dibagikan atap. (Rama Indra/Mili.id)

Gresik - Gempa yang terjadi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik berimbas dua ruangan di RSUD Umar Mas'ud mengalami kerusakan di bagian atapnya.

Tak hanya dua ruangan yang rusak, pasien juga mengalami trauma lantaran gempa yang terjadi sejak Jumat (22/3/2024) hingga hari ini. Manajemen RSUD Umar Mas'ud juga terpaksa mengosongkan dua ruangan karena takut terjadi kerusakan.

Direktur Utama RSUD Umar Mas'ud, Sangkapura, Bawean dr Helizamah mengatakan, pasca gempa hebat magnitudo 6.5, pasien-pasien mengalami kekhawatiran psikologis.

Menurut Helizamah, saat ini terdapat 9 pasien tetap dirawat sebelum kejadian gempa. Keseluruhan mereka dilakukan perawatan di area lobi dan halaman rumah sakit RSUD Umar Mas'ud.

"Pasien 9 orang. Satu bayi baru dilahirkan, satu pasien anak dan sisanya adalah pasien dewasa," ungkap Helizamah, di RSUD Umar Mas'ud, Sabtu (23/3).

Helizamah menambahkan, pasien lebih memilih merasa aman dirawat di areal Lobi. Sebab, pada saat gempa terjadi atapnya ruangan UGD dan Farmasi runtuh.

"Mereka merasa lebih aman dirawat saat dirawat di depan. Dan dari struktur bangunannya pun lebih aman daripada belakang," terang Helizamah.

Total ruangan dikosongkan ada 4 ruangan, lanjut Helizamah, kendati demikian pelayanan dan perawatan kepada pasiennya tetap terus berjalan.

"Total ada 4 ruangan yang tidak dipakai. Ruangan UGD atap runtuh, VK (persalinan) dindingnya retak. Ruang rawat inap Dahlia dan Bugenfil tidak dipakai karena memiliki struktur atap yang sama," jelasnya.

Helizamah menambahkan, saat terjadi runtuhnya atap UGD, Farmasi serta VK, seluruh pasien menyelamatkan diri masing masing dan selamat.

"Semua menyelamatkan diri masing masing dan ada yang dibantu anggota keluarganya, alhamdulillah semua pasien selamat," imbuhnya.

Terlebih, lanjut Helizamah, di RSUD Umar Mas'ud Sangkapura Bawean kemarin sempat menerima rujukan 2 korban gempa. 1 balita, dan 1 dewasa.

"Kami menerima 2 pasien korban gempa. Dimana satu dewasa ini tertimpa atap asbes bagian tubuhnya luka ringan. Dan satu ini anak berusia 2 tahun, jatuh saat gempa serta tertimpa kakaknya. Anak ini akhirnya dirujuk ke daratan di RSUD Ibnu Sina," ungkapnya.

Sementara itu, seorang anggota keluarga pasien UGD Khalifah (41) menunggu anaknya bernama Nuzulla yang saat itu dirawat di UGD, menceritakan saat terjadi guncangan gempa dan meruntuhkan atap UGD, Nuzul diselamatkan oleh adiknya.

"Guncangan yang paling kencang sore itu total di ruangan UGD ada 4 pasien, termasuk anak saya. Semua tergesa menyerobot keluar menyelamatkan diri dan keluarga. Serta, Nuzulla ini beruntung ada adiknya, dan digendong keluar. Takut, saya kaget setelahnya itu menerima kabar, kalau rumah saya yang ada di Desa Sungai Teluk Bawean roboh," pungkasnya.

Baca juga: Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Editor : Achmad S



Berita Terkait