Kisah Pilu Penjual Nasi Bungkus di Mojokerto Usai Kena Gendam

Kisah Pilu Penjual Nasi Bungkus di Mojokerto Usai Kena Gendam © mili.id

Khuderi, penjual nasi bungkus di Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Meski usianya kini renta, Khuderi tetap kuat mengayuh sepeda angin usangnya demi mencari nafkah dengan berjualan nasi bungkus.

Warga Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menggunakan sepeda angin saat berjualan di depan SMAN 1 Mojosari.

Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober

Sebelum itu, rupanya ia digendam orang tidak dikenal, sehingga kehilangan motornya.

Motor matik satu-satunya itu raib digondol dua pria yang berpura-pura hendak memborong nasi bungkus jualan Khuderi pada Sabtu (20/7/2024).

"Awalnya pura-pura mau membeli nasi, terus saya diajak ke tempat di belakang pasar buah sana," ucap Khuderi, Selasa (30/7/2024).

Khuderi pun diajak dua pelaku ke tempat yang dianggap strategis untuk membagikan 17 nasi bungkus ke sejumlah warga yang rata-rata kaum emak-emak. Dengan alasan wujud bersyukur.

Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK

"Nasinya dibagi bilangnya mau tasyakuran sama orang kampung," imbuhnya.

Namun, tanpa disadarinya, tempat penyimpanan nasi bungkus di atas jok bagian belakang motornya itu dilepas dan kedua orang itu membawa kabur motornya ke arah Mojosari.

"Setelah itu saya nggak sadar, talinya dilepas saya lihat saja, terus sepedanya (motor) dibawa lari," bebernya.

Kini, Khuderi terpaksa mengayuh sepeda angin dengan jarak yang lumayan jauh untuk mencari nafkah.

Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak

"Setiap hari ya bawa sepeda ontel ini sekitar 4 sampai 5 kiloan," ujar Khuderi.

Dulunya, Khuderi berkeliling menjual nasi sejak pukul 05.30 WIB di bahu jalan di Desa seduri, Kecamatan Mojosari.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait