Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto saat simbolis menyerahkan wayang kulit kepada dalang (Inung/Mili.Id).
Probolinggo - Pertunjukan wayang yang digelar di Stadion Gelora Merdeka Kraksaan merupakan upaya memberantas peredaran rokok ilegal di Kabupaten Probolinggo.
Pertunjukan wayang yang menampilkan berbagai seniman, termasuk pelawak kondang Jawa Timur, Cak Percil Cs dan grup campursari Ngesthilaras dengan dalang Ki Yuwono merupakan hasil kerja sama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Bea Cukai KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo.
Kepala Kantor Bea Cukai KPPBC Tipe Madya Pabean C Probolinggo, Bagus Sulistijono, dalam sambutannya mengatakan gelaran wayang kulit ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kabupaten Probolinggo mengenai bahaya dan dampak dari rokok ilegal. Lebih dari itu, melalui pertunjukan wayang kulit itu diharapkan sosialisasi pemberantasan rokok ilegal dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Melalui acara seperti inilah yang disenangi masyarakat sehingga pembawa acara dapat menyelipkan pesan ditengah berjalannya hiburan yang dapat mudah diingat dan melekat di kalangan masyarakat.
"Melalui acara wayang kulit ini, dengan bantuan Cak Percil CS, dalang Ki Yuwono, dan campursari Ngesthilaras, kami berharap pesan tentang pemberantasan rokok ilegal dapat lebih efektif sampai ke masyarakat," ujar Bagus.
Selain itu, Bagus juga memperkenalkan berbagai jenis rokok ilegal yang beredar di masyarakat, yaitu rokok tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai bekas (dikenal sebagai "aspal" atau asli tapi palsu), dan rokok dengan pita cukai yang salah peruntukan. Ia menekankan bahwa pemberantasan rokok ilegal penting untuk meningkatkan pendapatan pajak dari sektor rokok yang merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi pembangunan daerah.
"Pajak dari rokok memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur seperti jalan, rumah sakit, dan layanan BPJS di Kabupaten Probolinggo," tambah Bagus.
Sementara Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, juga mengapresiasi peran pajak rokok dalam pembangunan di Kabupaten Probolinggo, terutama dalam bidang infrastruktur dan kesehatan. Ia mengajak masyarakat yang merokok atau pun pedagang agar membeli rokok yang legal atau resmi. Sehingga pajaknya dapat kembali ke daerah untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau masyarakat Kabupaten Probolinggo membeli rokok resmi, maka pajaknya akan kembali ke daerah, sehingga kita bisa membangun jalan, rumah sakit, dan mendukung BPJS," ujar Ugas.
Sebagai penutup, Ugas menyampaikan pantun yang mengajak masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal: "Jalan-jalan ke Desa Wangkal, abadikan momen dengan bawa kamera, Janganlah beli rokok ilegal, demi mendukung Probolinggo yang sejahtera," pungkasnya.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
Editor : Achmad S
