Dr. Akmarawita Kadir/foto:mili/roy
Mili.id - Dr. Akmarawita Kadir, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, mengimbau masyarakat utamanya warga Surabaya yang sudah vaksin kedua. Sebaiknya vaksin Booster, untuk mudik Hari Raya Idul Fitri agar lebih aman.
Kendati begitu, dia mengingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. "Karena apa, vaksin Booster sebenarnya untuk menambah imun setiap orang yang sifatnya lebih pencegahan." kata Akmarwita. Selasa (5/4).
Baca juga: SPMB 2026, DPRD Surabaya Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
Dikatakan, saat mudik hari raya, memungkinkan masyarakat untuk berkerumun. Sehingga dia meyakini bila yang sudah terima vaksin Booster anti bodinya lebih kuat.
Baca juga: Respons Cepat Polisi Majalengka Tangani Kasus Pemudik Yang Tertinggal Di Rest Area Tol
"Setiap orang yang sudah divaksin kedua. 3-6 bulan memang secara penelitian anti bodinya menurun. Antibodi virus Covid di dalam tubuhnya." terang politisi Partai Golkar tersebut.
Dengan dasar itu, lanjut Akamarawita. Masyarakat yang anti bodinya menurun. Cenderung lebih rentan terpapar dibanding dengan yang sudah Booster. "Nah itulah sebabnya, yang kedua kali vaksin, apalagi sudah di atas 6 bulan Itu diwajibkan untuk tes antigen dan PCR." tuturnya.
Baca juga: One Way KM 263–70 Diterapkan, Pemerintah Kendalikan Lonjakan Arus Balik
Disebutkan, bahwa vaksin Booster sebenarnya sangat baik untuk memutus mata rantai Covid-19. Namun perlu ditindak lanjutin dengan secreaning 3T. Yakni testing, teacing, treatment. "Jadi ketika ada orang yang sudah anti bodinya turun. Dia rentan untuk terkena dan dia di tracing dia positif. Sebaiknya dia tidak melakukan mudik." demikian Akmarawita.
Editor : Redaksi
