Asrhi Yuanita Haqie/Foto:roy/mili
Mili.id - Sosialisasi terkait pengurangan penggunaan kantong plastik ditekankan dari internal Pemkot dan anggota DPRD Kota Surabaya.
Begitu diserukan anggota Komisi C Asrhi Yuanita Haqie, merespon Perwali Nomor 16 tahun 2022 kepada Mili.id, Selasa (19/4).
"Jadi penggunaan plastik itu paling tidak ada namanya daur ulang. Pelaku UMKM saat ini sudah memberdayakan untuk dibuat kantong plastik." kata Asrhi.
Asrhi menuturkan, kantong plastik yang bisa didaur ulang seperti sabun colek, namun dengan catatan kondisinya bersih dan higienis. "Jadi kita lebih menyadarkan masyarakat, bukan sebuah punishmen atau denda dan lainnya." ungkapnya.
Asrhi memandang, penggunaan plastik sangat bahaya, merujuk pada kajian global. Bumi semakin lama makin bertambah bangunan, lalu sampah, utamanya plastik yang tidak bisa terurai.
Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan
"Jadi sangat bahaya sekali. Kalau enggak dimulai sekarang kapan (pencegahannya)?" tukas Asrhi.
Maka dia mengimbau, sosialisasi segera digalakkan. Mulai dari kelurahan, kecamatan. Bahkan pelibatan RT/RW dengan saling kerjasama. Termasuk anggota dewan di Dapil nya masing masing.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Wonokromo, Area Akan Dimanfaatkan untuk Perluasan TPS
"Kalau bisa pada saat kita bertemu masyarakat, jaring aspirasi. Itu tema bisa dimasukkan." jelas Asrhi.
"Jadi, dari awal tidak hanya sosialisasi tapi memberikan contoh. Nah itu lebih mengena daripada sosialisasi." demikian Asrhi.
Editor : Redaksi
