Komunitas Misi Bahari mengadu ke Komisi III DPRD Situbondo (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo, mili.id - Rusaknya sekitar 13 hektar terumbu karang di Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo diadukan ke dewan.
Komunitas Misi Bahari mendatangi Komisi III DPRD Situbondo untuk mengadukan rusaknya terumbu karang tersebut.
Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran
Matinya terumbu karang di kawasan Watukennung atau sisi timur Wisata Bahari Pasir Putih itu, diduga akibat limbah air mengandung zat kaporit.
"Kami prihatin dengan kondisi matinya terumbu karang yang makin meluas, yang diduga akibat zat kimia mengandung kaporit. Untuk itu, kami mengadukan ke Komisi III DPRD Situbondo," ujar Ketua Komunitas Misi Bahari Situbondo, Glendy, Jumat (20/6/2025).
Glendy menjelaskan, sebenarnya pihaknya akan melakukan konservasi terhadap terumbu karang yang sudah terlanjur rusak di kawasan Watukennung, agar potensi hidupnya tinggi.
"Namun, karena sumber masalahnya belum ada solusi, sehingga kami meminta Komisi III untuk memanggil dinas terkait," harapnya.
Sementara Komisi III DPRD Situbondo bakal menindaklanjuti pengaduan itu, dengan memastikan apakah pengusaha perhotelan atau vila di daerah tersebut telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau belum.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
"Komisi III akan melakukan kroscek lapangan untuk memastikan apakah IPAL berfungsi maksimal atau tidak," ujar anggota Komisi III DPRD Situbondo, Johantono.
Menurutnya, jika IPAL sudah berfungsi maksimal, maka akan dilakukan penelitian dan uji lab untuk mengetahui penyebab kerusakan terumbu karang.
"Komisi III ingin mengetahui apakah kerusakan terumbu karang disebabkan oleh aktivitas vila yang memiliki kolam renang di daerah tersebut atau lainnya," tutur dia.
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
Johantono menjelaskan, untuk mengetahui penyebab kerusakan terumbu karang, dan menentukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, pihaknya juga akan memanggil para pemilik vila.
"Kami juga akan memanggil para pemilik vila untuk menyelesaikan kerusakan terumbu karang tersebut," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
